UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Hubungan antara self acceptance dengan shyness feeling pada remaja awal / Pradika Bahrun Prigaulsyah

Prigaulsyah, Pradika Bahrun - Nama Orang;

Abstrak
Rasa malu mungkin sering dirasakan ketika individu merasa membuat kesalahan atau bertingkah aneh perasaan malu lebih mengarah kepada rasa ketidaknyamanan. Rasa malu merupakan perasaan ketidaknyamanan dan hambatan perilaku yang terjadi jika terdapat kehadiran orang lain di dekatnya (Carducci amp Golant 2009). Rasa malu dapat terjadi karena seseorang kurang menerima diri mereka apa adanya baik dari kelebihan ataupun kekurangan yang ada pada dirinya sehingga kurang adanya sikap positif atas dirinya (feist 2006). Pannes (dalam Hurlock 2004) menyatakan bahwa penerimaan diri adalah tingkat individu memperhatikan karakteristik kepribadiannya ia merasa mampu dan mau hidup sebagaimana mestinya. Hurlock (1974) menyatakan bahwa remaja yang mempunyai tingkat penerimaan diri yang tinggi secara individu lebih mampu mengenali kelebihan dan kekurangannya memiliki keyakinan diri dan harga diri lebih bisa menerima kritik dan memungkinkan individu tersebut untuk menilai dirinya secara lebih realistis sehingga dapat menggunakan potensinya secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara shyness feeling dengan self acceptance pada Remaja awal diukur menggunkan Skala shyness feeling dan Skala self acceptance. Total subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 orang siswa kelas VIII MTS Almuslihun Kanigoro. Penlitian ini menggunakan uji validitas dengan teknik Product Moment dan Alpha Cronbach. Hasil koefisien validitas pada skala shyness feeling memiliki indeks daya beda iitem dari terendah sebesar 0.111 dan validitas tertinggi sebesar 0.513 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0 862 sedangkan pada skala self acceptance memiliki indeks daya beda aitem dari validitas terendah sebesar 0.057 dan validitas tertinggi sebesar 0.596 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0 799. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi antara shyness feeling dengan self acceptance sebesar -0 624 yang berarti hipotesis penelitian diterima. Hubungan termasuk dalam kategori tinggi dan arahnya negatif artinya semakin tinggi shyness feeling maka semakin rendah self acceptance begitupun sebaliknya.


Informasi Detail
DDC
Rs 155.23 PRI h
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Psikologi, 2021.
Deskripsi Fisik
xiv, 107 lembar: ill. ,tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04322/KI/22
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2022
Subjek
1. PENERIMAAN DIRI - MALU - REMAJA AWAL
2. SELF-ACCEPTANCE - SHAME - EARLY TEENAGE

Pembimbing
1. Hj. Sri Weni Utami
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik