Skripsi
Studi harmonisa di gedung berbasis IOT / Purnomo
Abstrak
Harmonisa diukur dengan Harmonic Analyzer (Three-Phase Power Quality Analyzer) yang tidak dapat digunakan untuk proses monitoring secara langsung dan jarak jauh. Penelitian menyajikan analisis harmonisa dengan metode FFT (Fast Fourier Transform) dan desain sistem monitoring IoT (Internet of Things). Keuntungannya yaitu dapat memantau harmonisa yang terjadi secara langsung dan jarak jauh melalui Android. Desain sistem diimplementasikan di panel listrik pusat Gedung G4 Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Penelitian diawali dengan mendesain sistem. Terdiri dari sensor arus SCT-013-000 sensor tegangan ZMPT101B mikrokontroler Arduino Due perangkat lunak Matlab Google Spreadsheet dan Firebase. Sensor arus dan tegangan mengambil data sampling melalui pin ADC (Analog to Digital Converter) mikrokontroler. Mikrokontroler mengirim data ke Matlab (Matrix Laboratory) melalui kabel data. Matlab melakukan analisis harmonisa dengan metode FFT. Perhitungan persentase THDV (Total Harmonic Distortion Voltage) dan THDI (Total Harmonic Distortion Current) berdasarkan standar IEEE 519-1992 dengan frekuensi pengamatan yaitu 50 Hz ndash 650 Hz. Matlab mengirim persentase tersebut ke Google Spreadsheet yang terintegrasi dengan Firebase melalui jaringan internet untuk menyimpan data secara online. Android membaca data dan menampilkan dalam grafik dan tabel. Penelitian dilanjutkan dengan simulasi dan uji coba pengukuran harmonisa dari desain sistem yang telah diimplementasikan. Proses simulasi dilakukan di perangkat lunak Matlab dengan membuat gelombang yang terdistorsi harmonik terdiri dari pengujian metode FFT library Matlab perhitungan manual FFT dan pembuatan program FFT. Berdasarkan hasil pengujian bahwa metode FFT yang digunakan pada penelitian berhasil. Hasil pengukuran harmonisa dari desain sistem yang telah diimplementasikan kemudian dibandingkan dengan Thre-Phase Power Quality Analyzer didapatkan akurasi pengukuran THDV sebesar 94 3% dan THDI sebesar 95 5%. Error pengukuran terjadi karena adanya perbedaan pembacaan data sampling sensor mikrokontroler. Berdasarkan Three-Phase Power Quality Analyzer THDI di Gedung G4 lebih dari 5% (buruk) dan THDV dibawah 5% (baik).