Skripsi
Analisis pelaksanaan struktur atas menggunakan beton konvensional dibandingkan beton pracetak ditinjau dari segi biaya, waktu, dan jumlah tenaga kerja (studi kasus: Proyek RSU BRI medika Malang) / Chafiidh Oktoviliyanto
Abstrak
Pemilihan metode pelaksanaan memiliki peranan penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Pemilihan metode konstruksi sangat berpengaruh terhadap besarnya biaya waktu dan tenaga kerja yang akan digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pelaksanaan metode beton konvensional dan beton pracetak dilihat dari segi biaya waktu dan jumlah tenaga kerja antara metode beton konvensional dan beton pracetak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif komparatif. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Tahapan dari penelitian ini adalah dimulai dengan studi literatur pengumpulan data primer berupa gambar kerja dan data sekunder berupa HSPK dan AHSP perhitungan biaya waktu dan jumlah tenaga kerja pekerjaan struktur atas dengan metode konvensional dan metode beton pracetak. Hasil perhitungan biaya waktu dan jumlah tenaga kerja kedua metode tersebut dibandingkan secara berpasangan dengan menggunakan uji paired comparison analysis dan uji wilcoxon sebagai alternatif untuk uji non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya antara metode beton konvensional dan beton pracetak berbeda namun tidak signifikan. Sedangkan waktu dan jumlah tenaga kerja menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk kedua metode. Pekerjaan struktur atas dengan menggunakan metode beton konvensional membutuhkan biaya sebesar Rp. 10.017.705.424 31 lama waktu kerja sebesar 186 hari dan jumlah tenaga kerja sebanyak rata-rata 36 orang tiap tiap lantai. Pekerjaan struktur atas dengan menggunakan metode pracetak membutuhkan biaya sebesar Rp. 10.556.681.085 41 lama waktu kerja sebanyak 143 87 hari serta jumlah tenaga kerja sebanyak 8 orang. Hal tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan struktur atas dengan metode beton pracetak memiliki biaya lebih mahal namun membutuhkan waktu kerja dan tenaga kerja yang lebih sedikit dibandingkan metode beton konvensional