Skripsi
Representasi gender dalam buku ajar BIPA let\'s speak Indonesian ayo berbahasa Indonesia 2 / Adella Miranda Sari
Abstrak
Perkembangan pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) semakin mengalami peningkatan. Hal tersebut dilandasi oleh berbagai kepentingan yang ingin dicapai oleh pelajar BIPA. Penyelenggaraan berbagai program pembelajaran BIPA memungkinkan banyak partisipan dari berbagai latar belakang dapat mengikuti pembelajaran BIPA. Latar belakang tersebut dapat berupa perbedaan latar belakang sosial budaya bahasa usia dan gender. Gender melihat laki-laki dan perempuan berdasarkan apa dan bagaimana peran mereka di tatanan sosial masyarakat bukan semata-mata tentang segi fisik dan biologisnya saja. Dalam tatanan tersebut peran laki-laki dan perempuan seringkali tidak seimbang. Fakta-fakta yang ada di masyarakat menunjukkan bahwa terlampau lama terjadi ketidakadilan gender yang diterima baik oleh laki-laki maupun perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan representasi gender dalam buku ajar BIPA Let rsquo s Speak Indonesian Ayo Berbahasa Indonesia 2 berdasarkan aspek (1) tekstual dan (2) visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian bersifat deskriptif. Data penelitian berupa kata-kata dan gambar-gambar yang merepresentasikan identitas gender dalam buku ajar BIPA Let rsquo s Speak Indonesian Ayo Berbahasa Indonesia 2. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti dan instrumen pendukung yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tabel analisis data. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini adalah prosedur pengumpulan data teknik dokumentasi karena seluruh data berupa dokumen. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mereduksi data menyajikan data dan membuat simpulan atau verifikasi. Kemudian tahap-tahap penelitian ini meliputi perencanaan pelaksanaan dan penyelesaian. Berdasarkan paparan data dalam buku ajar BIPA Let rsquo s Speak Indonesian Ayo Berbahasa Indonesia 2 ditemukan hasil sebagai berikut. Representasi gender secara tekstual ditemukan sebanyak 45% nama laki-laki dan 55% nama perempuan 45% kata sapaan laki-laki dan 55% kata sapaan perempuan. Berdasarkan representasi gender secara visual ditemukan sebanyak 42% gambar tunggal laki-laki dan 58% gambar tunggal perempuan 63% gambar kelompok laki-laki 37% gambar kelompok perempuan dan 65% gambar kelompok laki-laki dan perempuan. Temuan pada penelitian Representasi Gender dalam Buku Ajar BIPA Let rsquo s Speak Indonesian Ayo Berbahasa Indonesia 2 ini menunjukkan persentase dan frekuensi representasi gender perempuan secara tekstual lebih besar dibandingkan gender laki-laki. Temuan penelitian dibahas berdasarkan rumusan masalah. Dalam menentukan representasi gender secara tekstual nama orang bergender laki-laki dan perempuan menjadi penanda gender. Selain itu kata sapaan atau honorifik untuk laki-laki dan perempuan juga menjadi penanda gender. Rumusan masalah kedua membahas mengenai representasi gender secara visual yang mencakup visual gambar tunggal dan visual gambar kelompok. Masing-masing visual gambar merepresentasikan gender laki-laki dan perempuan. Berdasarkan paparan hasil analisis data tersebut diperoleh simpulan bahwa representasi gender dalam buku ajar BIPA Let rsquo s Speak Indonesian Ayo Berbahasa Indonesia 2 berdasarkan aspek tekstual dan visual tidak seimbang. Diperoleh dua saran berdasarkan hasil penelitian ini. Pertama bagi pengembang buku ajar BIPA di masa yang akan datang dapat menyusun buku ajar dengan mempertimbangkan porsi keterwakilan dari kedua gender yaitu laki-laki dan perempuan secara seimbang dan setara. Kedua penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya mengkaji satu buku ajar saja. Selain itu penelitian ini yang berfokus pada identitas gender secara tekstual dan visual masih belum komprehensif. Karena dalam penelitian ini belum dieksplorasi lebih lanjut mengenai penggunaan kata sifat kata ganti peran gender dan nilai-nilai kultural dalam buku ajar BIPA Let rsquo s Speak Indonesian Ayo Berbahasa Indonesia 2. Oleh karena itu diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengeksplorasi hal-hal tersebut ketika melakukan penelitian terhadap representasi gender dalam buku ajar BIPA. Selain itu peneliti selanjutnya juga direkomendasikan untuk mengkaji buku ajar BIPA secara seri baik ditinjau dari jenjang kemahirannya maupun jumlah edisi yang ada agar diperoleh hasil yang benar-benar komprehensif.