Disertasi
Pengaruh integrated chemical literacy strategy (ICLS) terhadap kemampuan literasi kimia dan argumentasi ilmiah mahasiswa calon guru kimia / Oktavia Sulistina
Abstrak
Mahasiswa calon guru kimia diproyeksikan menjadi guru kimia di masa depan yang memiliki peran dalam membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan literasi kimia dan kemampuan argumentasi ilmiah. Oleh karena itu mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut pada calon guru kimia menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pembelajaran ICLS merupakan strategi pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan literasi (membaca menulis berhitung dan melakukan sains untuk mempromosikan literasi kimia) berbasis pembelajaran inkuiri menggunakan pendekatan eksplisit (untuk menanamkan pengetahuan epistemik pengetahuan prosedural dan argumentasi ilmiah) dan menggunakan pendekatan konteks yang mengandung konten kimia dan konteks yang mengandung socio-scientific issues terkait konten kimia. dengan karakteristiknya tersebut pembelajaran ICLS dapat mengoptimalkan pengembangan kemampuan literasi kimia dan kemampuan argumentasi ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan (1) kemampuan literasi kimia pada ranah pengetahuan dan ranah kompetensi (2) kemampuan literasi kimia pada ranah pengetahuan aspek pengetahuan konten pengetahuan epistemik dan pengetahuan prosedural (3) kemampuan literasi kimia pada ranah kompetensi aspek menjelaskan fenomena secara ilmiah mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah menafsirkan data dan bukti secara ilmiah (4) kemampuan literasi kimia pada ranah sikap (kesadaran lingkungan) dan (5) kemampuan argumentasi ilmiah antara mahasiswa calon guru kimia yang dibelajarkan dengan strategi ICLS dengan yang dibelajarkan dengan strategi konvensional. Penelitian menggunakan rancangan mixed methods the embedded design with embedded experimental model. Sampel penelitian adalah mahasiswa S1 Pendidikan Kimia. Instrumen penelitian terdiri dari tes kemampuan literasi kimia tes kemampuan argumentasi ilmiah dokumentasi lembar kerja mahasiswa (LKM) wawancara kesadaran lingkungan dan wawancara argumentasi ilmiah. Berdasarkan hasil validasi isi dan validasi empirik keseluruhan instrumen penelitian valid dan reliabel. Data kuantitatif didapatkan dari hasil pengukuran pre-test dan post-test kemampuan literasi kimia pre-test dan post-test kemampuan argumentasi ilmiah Data kualitatif diperoleh dari hasil dokumentasi LKM wawancara kemampuan argumentasi ilmiah dan kesadaran lingkungan mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif analisis statistik inferensial (ANKOVA Uji Mann-Whitney (U)) dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan literasi kimia pada ranah pengetahuan dan ranah kompetensi (2) kemampuan literasi kimia pada ranah pengetahuan aspek pengetahuan konten pengetahuan epistemik dan pengetahuan prosedural (3) kemampuan literasi kimia pada ranah kompetensi aspek menjelaskan fenomena secara ilmiah mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah menafsirkan data dan bukti secara ilmiah (4) kemampuan literasi kimia pada ranah sikap (kesadaran lingkungan) dan (5) kemampuan argumentasi ilmiah antara mahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi ICLS dengan yang dibelajarkan dengan strategi konvensional berbeda secara signifikan. Rata-rata kemampuan-kemampuan tersebut pada mahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ICLS lebih tinggi dibandingkan dengan yang dibelajarkan dengan strategi konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran ICLS memberikan pengaruh yang lebih tinggi terhadap kemampuan literasi kimia dan kemampuan argumentasi ilmiah mahasiswa daripada strategi pembelajaran konvensional.