Skripsi
Analisis penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif / Aldona Vivi Anggita
Abstrak
Setiap individu dalam menyelesaikan suatu permasalahan memiliki cara yang berbeda-beda hal itu dikarenakan setiap indivitu tidak mungkin memiliki kemampuan bernalar yang sama. Sejalan dengan pendapat Ardana (2007) bahwa setiap individu memiliki cara-cara khusus dalam bertindak yang diwujudkan melalui aktivitas-aktivitas perseptual dan intelektual secara konsisten. Data yang diperoleh dari hasil latihan soal materi bilangan berpangkat yang diberikan kepada siswa kelas IX di SMP Negeri 15 Malang masih tergolong rendah. Soal-soal yang diberikan kepada siswa mayoritas termasuk soal rutin yang satu tipe dengan contoh soal yang diberikan ketika proses pembelajaran berlangsung. Ketika siswa dihadapkan pada soal non-rutin beberapa siswa mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal latihan yang diberikan. Dari permasalahan yang terjadi penting untuk mengetahui perbedaan penalaran matematis siswa. Hal tersebut dapat digunakan untuk rujukan guru dalam memberikan tindakan yang tepat sehingga mampu meningkatkan penalaran matematis siswa dan mengurangi kesalahpahaman konsep materi. Dalam hal ini penelitian berkaitan dengan gaya kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penalaran matematis siswa SMP Negeri 15 Malang dalam menyelesaikan masalah matematika yang berkaitan dengan materi bilangan berpangkat ditinjau dari gaya kognitifnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kulatitatif. Pemilihan subjek penelitian ini berdasarkan hasil tes gaya kognitif Field Dependent-Field Independent tes penalaran matematis yang terdiri dari 3 soal uraian dan wawancara. Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penalaran matematis subjek Field Dependent dalam menyelesaikan masalah mengikuti tahapan (a) memahami masalah subjek tidak melakukan proses penalaran sense-making atau merepresentasikan ide (b) membuat rencana untuk menyelesaikan masalah subjek tidak melakukan proses penalaran conjecturing atau menentukan strategi penyelesaian (c) melaksanakan rencana penyelesaian masalah subjek tidak melakukan proses convincing atau mengimplementasikan strategi penyelesaian (d) memeriksa kembali jawaban yang diperoleh subjek tidak melakukan proses reflecting atau mengevaluasi penyelesaian dan proses generalising atau menarik kesimpulan. (2) Penalaran matematis subjek Field Independent dalam menyelesaikan masalah mengikuti tahapan (a) memahami masalah nampak dari proses penalaran sense-making atau merepresentasikan (b) membuat rencana untuk menyelesaikan masalah subjek tidak melakukan proses penalaran conjecturing atau menentukan strategi penyelesaian (c) melaksanakan rencana penyelesaian masalah nampak dari proses convincing atau mengimplementasikan strategi penyelesaian (d) memeriksa kembali jawaban yang diperoleh subjek tidak melakukan proses reflecting atau mengevaluasi penyelesaian. Akan tetapi subjek melakukan proses generalising atau menarik kesimpulan.