Skripsi
Pengaruh PMA dan PMDN terhadap penyerapan tenaga kerja pada sub sektor industri pengolahan Kabupaten Mojokerto / Feda Etika Sari
Abstrak
Penyerapan tenaga kerja beberapa diantaranya dipengaruhi oleh penanaman modal asing dan modal dalam negeri. Banyak dan sedikitnya jumlah penanaman modal asing dan modal dalam negeri yang masuk dalam sub sektor industri pengolahan serta beberapa kebijakan terkait penanaman modal akan dapat mempengaruhi proses penyerapan tenaga kerja pada sub sektor industri pengolahan. Dalam kasus ini terdapat beberapa perbedaan hasil penelitian terdahulu pengaruh penanaman modal asing dan modal dalam negeri terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor industri pengolahan ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa PMA PDMN berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa PMA berpengaruh dan PMDN tidak berpengaruh serta adanya perubahan yang signifikan pada PMA dan PMDN yang masuk pada industri pengolahan Kabupaten Mojokerto. Hal tersebutlah yang menjadi celah peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh PMA dan PMDN terhadap penyerapan tenaga kerja pada sub sektor industri pengolahan Kabupaten Mojokerto pada tahun 2014-2019. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif data sekunder dengan data panel tahun 2014-2019 yang diperoleh melalui DISPERINDAG dan DPMPTSP Kabupaten Mojokerto. Kemudian data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan eviews 10 dengan metode analisis linier berganda Fixed Effect Model. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variabel PMA memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja sub sektor industri pengolahan dengan nilai t hitung 2 3367 dan prob 0 0242 lt 0 05. Hal ini terjadi dikarenakan modal asing yang masuk dialokasikan pada indsutri padat karya serta digunaka untuk pelatihan pada seluruh pekerja lokal yang terserap pada industri tersebut. Sedangkan variabel PMDN tidak memiliki pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sub sektor industri pengolahan dengan nilai t hitung 1 5843 dan prob 0 1204 gt 0 05. Hal ini terjadi dikarenakan investasi PMDN yang masuk pada industri pengolahan lebih diutamakan guna meningkatan dan menambah mesin produksi dan lebih diarahkan pada industri pada modal bukan padat karya. Hal tersebut yang menyebabkan PMDN tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja industri pengolahan Kabupaten Mojokerto.