Skripsi
Pengembangan bahan ajar digital berbasis mixed reality untuk meminimalisasi miskonsepsi dalam belajar komputer dan jaringan dasar untuk siswa kelas x teknik komputer dan jaringan di SMK / Muhammad Irvan Muttohar
Abstrak
RINGKASAN Muttohar Irvan Muhammad. 2021. Pengembagan Bahan Ajar Digital Berbasis Mixed Reality untuk Meminimalisasi Miskonsepsi Dalam Belajar Teknik Komputer dan Jaringan Dasar untuk Siswa Kelas X Teknik Komputer dan Jaringan Di SMK. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Hakkun Elmunsyah S.T. M.T. (II) Harits Ar Rosyid S.T. M.T. Ph.D Kata Kunci Pengembangan Penelitian Bahan Ajar Augmented Reality Mixed Reality Komputer dan Jaringan Dasar Miskonsepsi Dalam porsi belajar siswa SMK dengan Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) tentu akan melalui pembelajaran Komputer dan Jaringan Dasar (Komjardas) sebagai satu dari sekian banyak porsi mata pelajaran wajib untuk dilalui pada jenjang pendidikan Kelas X. Berdasarkan studi awal dengan observasi pada saat Kuliah Praktek Lapangan penulis menemukan kendala ndash kendala yang dialami oleh siswa. Kendala yang ditemui antara lain siswa sulit menganalogikan dan menggambarkan bentuk komunikasi data yang terdapat pada jaringan komputer kesulitan memahami logika pengalamatan Internet Protocol (IP) pada jaringan komputer kurangnya bahan ajar yang memadai praktikum yang tidak maksimal serta metode penyampaian yang tidak maksimal sehingga memicu miskonsepsi. Metode penelitian dan pengembangan bahan ajar berbasis MR nantinya akan menggunakan model pengembangan ADDIE. Model ADDIE dipilih karena evaluasi dan revisi dapat dilakukan dalam setiap fase sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Model tersebut mempunyai langkah-langkah (1) menganalisis (2) merancang (3) meengembangkan (4) menerapkan (5) mengevaluasi. Rancangan pada penelitian ini diawali dengan penyusunan materi dan gambaran skenario penerapan MR pada bahan ajar. Pengembangan media tutorial interaktif menggunakan Unity dengan Vuforia SDK CorelDraw X6 sebagai alat pengelolaan konten grafis dan Blender 3D sebagai pengolah objek 3D . Instrumen pengukuran berupa evaluasi untuk mengukur tingkat miskonsepsi siswa. Berdasarkan validasi yang dilakukan diperoleh hasil persentase dari dua ahli materi sebesar 94 40 % dan persentase dari ahli media sebesar 95 95 %. Berdasarkan data hasil validasi bahan ajar produk ini dapat dinyatakan valid untuk dilakukan uji coba. Uji coba produk meliputi uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil yang dailakukan oleh 10 siswa diperoleh persentase sebesar 83.35% dan pada uji coba kelompok besar yang dilakukan oleh 33 siswa memperoleh persentase sebesar 87.44% dengan rata ndash rata hasil pengujian bahan ajar menapatkan tingkat miskonsepsi sebesar 8.62% dari 33 siswa yang dijadikan subyek uji coba maka tiap ndash tiap soal terdapat 3 siswa yang mengalami miskonsepsi. Berdasarkan kriteria validitas maka pengembangan bahan ajar berbasis MR ini termasuk dalam kategori valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.