Disertasi
Dinamika petani beradaptasi menghadapi masalah tata niaga tembakau di Kabupaten Jember / Retna Ngesti Sedyati
Abstrak
Tembakau merupakan salah satu komoditi yang mempunyai peranan penting terhadap perekonomian nasional.Tembakau sebagai bahan baku industri rokok dan cerutu. Didalam memasarkan tembakaunya petani seringkali dirugikan oleh pedagang dan gudang tembakau. Dengan kondisi tersebut hampir semua petani tembakau di Jember tidak lantas beralih ke sector non tembakau. Sebaliknya para petani tembakau di Jember memilih mencari strategi beradaptasi di dalam menghadapi permasalahan tata niaga tembakau. Fokus penelitian adalah 1) Menganalisis rantai tata niaga tembakau. 2) Menganalisis posisi tawar petani terhadap pedagang dan perusahaan gudang tembakau. 3) Menganalisis strategi beradaptasi petani di dalam menghadapi tata niaga tembakau. Penelitian menggunakan desain studi kasus. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jember. Informan adalah petani tembakau pedagang perusahaan gudang tembakau serta PPL Dinas Pertanian. Penentuan informan secara purposive dan snowball. Pengambilan data melalui wawancara mendalam observasi dan dokumen. Analisis data dilakukan melalui analisis induktif yaitu melakukan reduksi data display data dan melakukan konklusi dengan cara intepretatif. Hasil penelitian menemukan empat rantai tata niaga tembakau yaitu 1) petani - perusahaan gudang tembakau 2) petani ndash belandang ndash perusahaan gudang tembakau 3) petani ndash pengepul ndash perusahaan gudang tembakau dan 4) petani ndash belandang ndash pengepul ndash perusahaan gudang tembakau. Saluran tersebut tidak ada yang khusus satu lembaga pada saluran tertentu karena sifatnya dinamis. Rantai tata niaga semacam ini cenderung menempatkan petani dalam posisi yang kurang diuntungkan sebaliknya pedagang dalam posisi sentral. Petani menghadapi harga dan kualitas yang ditetapkan secara sepihak oleh belandang pengepul dan perusahaan gudang. Temuan penelitian mengungkapkan ada berbagai strategi adaptasi yang dilakukan petani tembakau sifatnya dinamis memperhatikan situasi kondisi kontemporer yang dihadapi. Yaitu strategi kemitraan strategi organisasi dan pengembangan kapasitas diri. Melalui kemitraan petani mendapatkan bantuan permodalan dan bimbingan teknis berusahatani konsekuensinya petani berkewajiban mengembalikan dalam bentuk tembakau. Melalui kemitraan petani mempunyai akses langsung ke gudang tembakau sehingga mengurangi risiko permainan pedagang dan memotong biaya transaksi. Strategi organisasi wujudnya adalah Poktan keberadaannya memberikan peran penting bagi petani tembakau untuk meningkatkan posisi tawar. Melalui poktan petani mendapatkan akses informasi pertanian akses modal dan inovasi pertanian. Setiap individu sebagai anggota Poktan bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Kelembagaan masyarakat petani dianggap penting karena alasan banyak masalah pertanian yang hanya dapat dipecahkan oleh suatu organisasi Ada berbagai strategi kapasitas diri di daerah penelitian.Strategi petani yang satu berbeda dengan petani lain karena perbedaan kondisi masing-masing yang menyertai. Pengetahuan dan ketrampilan tertentu yang dimiliki seorang petani terkadang tidak dimiliki petani lain. Strategi jaringan antar petani yang dibangun melalui kelompok dadakan berperan untuk membangun kerjasama. Berdasarkan banyaknya pengalaman petani mempunyai sensitivitas dalam berusahatani peka terhadap sinyal perubahan akan menambah luasan tanam atau menguranginya. Peka terhadap fluktuasi harga melakukan pilihan rasional menunda penjualan atau sebaliknya. Ada petani yang hanya berperan sebagai petani dan ada yang berperan ganda sekaligus sebagai pedagang yang akan menempatkan posisinya pada hirarki yang lebih tinggi yang ikut berperan di dalam permainan harga. Bagi petani disarankan pentingnya literasi teknologi perlunya perlindungan dan pemberdayaan petani oleh pemerintah pengoptimalan kelompok tani. Serta pentingnya pemahaman petani tentang pendidikan ekonomi yang selanjutnya dapat meningkatan kesejahteraan petani.