Tesis
Problematik proses pembelajaran siswa hambatan penglihatan pada aspek akademik dan non akademik (studi kasus : SMPN 1 Merakurak Kabupaten Tuban) / Setiawan Gema Budi
Abstrak
Pendidikan adalah hak setiap anak tanpa terkecuali anak berkebutuhan khusus. Sebagai sekolah yang sudah di tunjuk dinas menjadi sekolah inklusi tentunya banyak hal yang harus di persiapkan dalam rangka penyelenggaraan pendidikan inklusi agar peserta didik mampu terlayani dengan baik. Namun pada kenyataan di lapangan masih banyak tantangan dan kekurangan dalam pelaksanaan sekolah berlabel inklusi. Tujuan dari peneitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang proses problematika yang terjadi di sekolah inkusi di salah satu SMP di kabupaten Tuban. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang permasalahan jika dilihat dari akademik dan non akademik. Metode yang digunakan adalah Deskripstif kualitatif di mana hasil peneitian dijabarkan berupa kata-kata yang sudah di olah. Instrumen penelitian berupa observasi wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian di salah satu SMP Inklusi di Tuban Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah belum siap menjadi sekolah inklusi karena GPK belum mampu membuat PPI braille sistem penialain serta warga sekolah masih bersikap kurang peduli terhadap siswa inklusif. Guru belum siap untuk menangani anak-anak di kelasnya dengan karakteristik yang berbeda. Akhirnya guru-guru yang berhadapan langsung dengan ABK di kelas mengeluh dan sulit untuk mengajar satu metode yang sama dan dengan perlakuan yang sama sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai seperti yang diharapkan. Pengembangan kurikulum dapat dilakukan sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dalam pendidikan inklusi.