Tesis
Pengembangan sumber belajar geografi berbasis spasial dengan augmented reality pada materi litosfer untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi / Maharani Insani Lukman
Abstrak
Pembelajaran di geografi tidak pernah lepas dari berbagai macam permasalahan. Satu diantara permasalahan tersebut ketidak tersedianya sumber belajar berbasis spasial pada geografi dan kurangnya inovasi pada pengembangan dan pemanfaatannya. Hal tersebut diketahui melalui analisis penyebab yang terdiri dari analisis kebutuhan materi dan analisis pengembangan sumber belajar. Solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut diperlukan sebuah pengembangan sumber belajar geografi yang kreatif dan inovatif sesuai dengan materi dan kebutuhan siswa sehingga dapat meningkatkannkemampuan berpikir tingkat tinggi. Sumber belajar yang disarankan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu pengembangannsumber belajar geografi berbasis spasial berupa video animasi dan AStone (Augmented Reality Stone). Dengan demikian tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk menghasilkan sumber belajar geografi berupa video animasi dan AStone (Augmented Reality Stone) pada materi litosfer untuk meningkatkannkemampuan berpikir tingkat tinggi dan Mengetahui tingkat kelayakan sumber belajar geografi berupa video animasi dan AStone (Augmented Reality Stone) yang akan dikembangkan dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian dan pengembangan ini merupakan jenis pengembangan Research and Development (R amp D) dengan subjek penelitian danppengembangan kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Cluring yang berjumlah 34 siswa. Rancangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah metode yang dikemukakan oleh Lee amp Owens (2004). Metode penelitian dan pengembangan Lee amp Owens (2004) dikatakan sebagai metode prosedural karena urutan langkah dalam prosesnya tersusunnsecara sistematis dan setiap langkah metode memiliki urutan langkahhpengembangan yang tersusun jelas. Metode pengembangan terdiri dari beberapa tahap yaitu 1) analisis (analysis) yang meliputi analisiskkebutuhan (need analysis) dan analisis awal akhir (front-end analysis) 2) desain (design) 3) pengembangan (development) 4) implementasi (implementation) dan 5) evaluasi (evaluation). Kegiatan penelitian dan pengembangan dilaksanakan dua kali tatap muka. Tatap muka pertama dilaksanakan uji coba kelompok kecil dengan subjek 6 siswa untuk mengetahui kelayakan sumber belajar geografi. Tatap muka kedua dilaksanakan uji coba kelompok besar dengan subjek 1 guru geografi dan 34 siswa XI IPS 1 untuk menguji dan mengetahui kelayakan sumber belajar geografi berdasarkan aspek kemudahan akses kemudahakan digunakan kemudahan dibawa dan aspek kemudahan dipahami. Data yang digunakanndalam penelitian dan pengembangan ini yaitu hasil angket kelayakan sumber belajar geografi dari ahli media ahli materi uji coba kelompok kecil uji coba kelompok besar dan analisis data kemampuan berpikir tingkat tinggi pre test dan post test. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa pengembangan sumber belajar geografi sangat layak untuk diterapkan dalam mata pelajaran geografi. Hal ini dapat dilihat dari hasil data pengisian angket penelitian dan pengembangan dari ahli validasi materi 98 5% ahli media 99 5% uji coba kelompok kecil 92% uji cobakkelompok besar guru 98% dan uji cobaakelompok besar siswa 97%. Sedangkan rerata nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi dengam memanfaatkan pengembangan sumber belajar geografi pada pre test sebesar 65 70 dan post test sebesar 85 50 hal tersebut menunjukan adanya peningkatan sebesar 19 8 (23 15%). Dengan demikian disimpulkan bahwa sumber belajar geografi berupa video animasi dan AStone (Augmented Reality Stone) dapat meningkatkannkemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi litosfer kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Cluring.