Skripsi
Analisis harga pokok produksi menggunakan metode Time Driven Activity Based Costing (TDABC) dan proyeksinya berdasarkan pada prediksi harga bahan baku menggunakan metode regresi linier (studi kasus pada PT. SAS Kameyama Casting Indonesia) / Shinta Eka Pratiwi
Abstrak
PT. SAS Kameyama Casting Indonesia adalah perusahaan industri pengecoran logam dengan memproduksi produk press dies komponen atau suku cadang mobil dan pengecoran umum dengan karakteristik make to order. Masalah utama yang dihadapi perusahaan adalah ketidakakuratan dalam model penentuan harga pokok produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode Time Driven Activity Based Costing (TDABC) dan proyeksinya berdasarkan pada prediksi harga bahan baku menggunakan metode Regresi Linier. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah TDABC dan Regresi Linier. TDABC menggunakan times cost driver sehingga dapat memberikan hasil yang akurat dan tidak menyebabkan distorsi biaya karena pengakuan atau asumsi biaya dan waktu dianggap biaya. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dokumentasi dan wawancara. Data sekunder berupa data perhitungan biaya perusahaan yang dianggarkan pada tahun 2020. Guna memprediksi harga bahan baku di periode mendatang digunakan metode Regresi Linier. Data harga bahan baku yang digunakan adalah data sekunder perusahaan dari Januari 2020 ndash April 2021. Hasil prediksi Regresi Linier digunakan pada biaya bahan langsung pada proyeksi HPP menggunakan TDABC. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kapasitas menganggur dan pembebanan biaya tidak langsung menggunakan sistem tradisional terjadi distorsi biaya pada setiap produknya. Distorsi biaya ditunjukkan menggunakan metode TDABC. Harga pokok produksi produk FC untuk dimensi produk kecil dan sedang mengalami penurunan sebesar 5% dan 2 6% atau Rp18.110 00 dan Rp18.595 00 dari Rp19.095 00 sementara pada dimensi besar mengalami kenaikan sebesar 0 1% atau Rp19.113 00 dari Rp19.095 00. Sedangkan harga pokok produksi produk FCD untuk dimensi produk kecil dan sedang mengalami penurunan sebesar 3 9% dan 1 4% atau Rp18.882 00 dan Rp19.367 00 dari Rp19.661 00 sementara pada dimensi besar mengalami kenaikan sebesar 1 2% atau Rp19.885 00 dari Rp19.661 00. Penelitian juga menunjukkan selisih perbandingan harga pokok produksi aktual dan proyeksinya sebesar Rp113 00/kg sehingga perusahaan dapat menentukan harga penawaran dengan keuntungan yang diinginkan. Selain itu penerapan metode TDABC dapat meningkatkan kualitas perusahaan karena perhitungan kapasitas praktis yang tidak terpakai dapat memberikan gambaran pada penggunaan sumber daya di masa depan. Melalui analisis HPP aktual dan proyeksinya menggunakan TDABC dapat digunakan sebagai alat pelaporan keuangan serta alat manajemen yang efektif.