Skripsi
Pengaruh pengeluaran pemerintah dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif Indonesia tahun (2010-2019) / Silvi Dewi Purwanti
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Indonesia tahun 2010-2019. Adapun ruang lingkup dari penelitian ini (1) Pengeluaran pemerintah diukur dengan anggaran pemerintah (2) Tingkat Pengangguran diukur dengan persentase tingkat pengangguran terbuka (TPT) (3) Kemiskinan diukur dengan jumlah penduduk miskin atau pendudukan yang memiliki pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan (4) Pertumbuhan ekonomi inklusif diukur dengan koefisien pertumbuhan ekonomi inklusif yang terdiri dari beberapa komponen diantaranya Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB) jumlah penduduk miskin dan pendapatan rata-rata penduduk. Metode yang digunakan yaitu (1) model Poverty-Equivalent Growth Rate (PEGR) (2) analisis regresi linier berganda data time series. Hasil penelitian menunjukkan (1) melalui perhitungan pertumbuhan ekonomi inklusif dalam mengurangi kemiksinan maka ketika pertumbuhan ekonomi positif dan indeks inklusif positif artinya pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia tercapai yaitu tahun 2013 hingga 2015 berarti manfaat dari pertumbuhan ekonomi diterima oleh masyarakat secara merata. Ketika pertumbuhan ekonomi bertanda negatif dan indeks inklusif bernilai negatif artinya merefleksikan resesi juga pertumbuhan ekonomi tidak mampu menjelaskan peranannya dalam menurunkan kemiskinan di Indonesia terjadi tahun 2010-2012 dan 2016-2019. Pada tingkat pertumbuhan ekonomi negatif dan indeks inklusivitas bernilai positif masih terjadi resesi namun banyak dirasakan oleh masyarakat non miskin. (2) Pengeluaran pemerintah bidang pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia namun memiliki koefisien yang berbanding terbalik hal ini disebabkan oleh data angkatan kerja yaitu penduduk usia 15 tahun keatas yang sebagian besar lulusan pendidikan hingga tingkat menengah ke atas dalam satu dekade terus mengalami peningkatan namun tingkat pengangguran berfluktuatif artinya angkatan kerja tersebut belum mampu terserap dalam lapangan pekerjaan. (3) Pengeluaran pemerintah bidang kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif Indonesia yang berarti upaya pemerintah dalam satu dekade seperti pembangunan infrastruktur (sarana dan prasarana) kesehatan adanya Program Indonesia Sehat melalui APBN telah berjalan maksimal sehingga meningkatkan produktivitas masyarakat. (4) Tingkat Pengangguran Terbuka memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Inklusif Indonesia hal ini disebabkan oleh faktor internal tenaga kerja ataupun faktor eksternal tenaga kerja.