Skripsi
pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan melalui subjective well-being sebagai variabel mediasi pada karyawan kantor PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya bagian angkutan dan fasilitas penumpang / Syahrul Romadhon
Abstrak
RINGKASAN Romadhon Syahrul. 2021. Pengaruh Stres Kerja terhadap Kinerja Karyawan melalui Subjective Well-being sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan Kantor PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya bagian Angkutan dan Fasilitas Penumpang. Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Pembimbing Lohana Juariyah S.E. M.Si Kata Kunci Stres Kerja Subjective Well-being Kinerja Karyawan Stres kerja sebagai kondisi yang dialami karyawan akibat adanya tekanan baik internal maupun eksternal. Stress kerja dapat bersumber dari terjadinya perubahan lingkungan maupun dari dalam diri individu berdasarkan bagaimana pandangan individu tentang sebuah peristiwa yang terjadi. Pandemi covid-19 yang saat ini sedang terjadi dapat menimbulkan kecemasan dan kegelisahan terhadap pekerja yang dapat memicu stres kerja. Untuk itu perusahaan harus tetap menjaga kinerja karyawannya. Dengan memperhatikan faktor ndash faktor yang bisa mempengaruhi kinerja karyawannya yang dalam penelitian ini adalah Subjective Well-being. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Kondisi Stres Kerja Subjective Well-being dan Kinerja Karyawan PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya (2) Pengaruh Stres Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya (3) Tingkat Subjectie Well- being Karyawan PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya dan seberapa besar pengaruhnya memediasi antara Stres Kerja dan Kinerja Karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis riset deskriptif dan explanatory. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah Karyawan PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya bagian Angkutan dan Fasilitas Penumpang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah Total Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian sama dengan jumlah populasi bagian terkait adalah sebanyak 67. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis jalur dan uji hipotesis yang digunakan adalah uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Stres kerja karyawan PT. Kereta Api Daop 8 Surbaya cukup rendah Kinerja karyawan dalam kondisi yang sangat tinggi dan Subjective Well-being karyawan dalam kategori tinggi. (2) Stres Kerja yang tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. (3) Subjective Well-being karyawan mampu menjadi variabel mediasi antara variabel Stres Kerja dan Kinerja Karyawan. Saran yang dapat diberikan bagi jajaran manajemen PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya adalah tetap menjaga tingkat stres kerja karyawan pada level rendah sampai cukup dan tetap memperhatikan Subjective Well-being karyawan sebagaimana yang telah dilakukan agar karyawan dapat mengeluarkan performa terbaiknya daam situasi pandemi covid -19 atau di masa depan nanti. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mencari objek penelitian yang ada di bidang pelayanan jasa serta menambah variabel-variabel lain yang lebih bervariasi dan menarik untuk diteliti.