Skripsi
Pengaruh work life balance terhadap kepuasan kerja Pegawai dinas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan Kabupaten Malang melalui stres kerja sebagai variabel intervening / Dandy Andriansyah
Abstrak
RINGKASAN Andriansyah Dandy 2021. Pengaruh Work Life Balance Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan Perkebunan Kabupaten Malang Melalui Stres Kerja Sebagai Variabel Intervening. Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Lohana Juariyah S.E. M.Si. Kata Kunci Work Life Balance Stres Kerja Kepuasan Kerja. Work life balance merupakan keadaan individu dapat mengatur dan membagi antara kehidupan kerja dan kehidupan sosialnya karena kehidupan kerja harus di imbangi dengan kehidupan sosial agar tidak terjadi konflik antara kehidupan pribadi dengan kehidupan kerjanya. Jika work life balance dalam diri pegawai rendah maka akan berdampak pada kepuasan kerja yang rendah pula kepuasan kerja merupakan perasaan senang atau tidak senang terhadap pekrejaan yang diberikan kepada diri pegawai. Jika kedua faktor tersebut tidak dapat dimiliki oleh karyawan maka akan memicu stres kerja stres kerja merupakan terjadinya perubahan emosional dan kesehatan individu atau suatu perasaan tertekan yang dirasakan oleh karyawan dalam menghadapi pekerjaan yang mengakibatkan tidak nyaman dan tidak seimbang antara kondisi fisik maupun psikis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Kondisi work life balance stres kerja dan kepuasan kerja pegawai di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang. (2) pengaruh work life balance terhadap kepuasan kerja pegawai Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang. (3) Pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja pegawai Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang. (4) Pengaruh work life balance terhadap kepuasan kerja melalui stres kerja. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 64 pegawai. Teknik analisis yang digunakan adalah Path Analisis dan uji hipotesis yang digunakan adalah uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Work life balance pegawai dalam kategori tinggi stres kerja dalam kategori rendah dan kepuasan kerja dalam kategori tinggi. Kemudian hasil penelitian ini juga menunjukan (1) Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap stress kerja sehingga dapat disimpulkan hipotesis 1 (H1) diterima. (2) Work life balance berpengaruh signifikan terhadap kepuasan sehingga dapat disimpulkan hipotesis kedua (H2) diterima. (3) Stress kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja sehingga dapat disimpulkan hipotesis kedua (H3) ditolak. Work Life Balance secara tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja melalui stress kerja dari pengajuan tidak langsung antara variabel work life balance kepuasan kerja dan stress kerja mendapatkan hasil koefisien beta negatif 0 123 sehingga hipotesis keempat (H4) diterima.