Skripsi
Analisis pengendalian persediaan gipsum menggunakan metode economic order quantity dan periodic order quantity untuk meminimalkan biaya persediaan (studi kasus: pt semen padang) / Sidiq Ermanda Putra
Abstrak
Gipsum merupakan salah satu bahan baku yang ada pada persediaan PT Semen Padang. Pada produksi semen gipsum berfungsi untuk mengatur laju kekuatan beton. Gipsum ditambahkan saat produksi semen memasuki tahap akhir yaitu pada proses cement mill. Persediaan gipsum dinilai krusial karena gipsum didatangkan dari luar negeri seperti Oman sehingga diperlukan pengendalian persediaan yang baik agar biaya persediaan dapat diminimalkan serta persediaan tidak mengalami kekurangan atau kelebihan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kebijakan yang diterapkan perusahaan saat ini dengan metode usulan yaitu economic order quantity (EOQ) dan periodic order quantity (POQ) untuk memperoleh metode pengendalian persediaan dengan total biaya persediaan paling minimum. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data historis persediaan perusahaan dari Juli 2018 ndash Juni 2021. Sebelum melakukan analisis pengendalian persediaan gipsum terlebih dahulu dilakukan peramalan untuk periode mendatang (Juli 2021 ndash Juni 2022). Terdapat beberapa metode peramalan yang diuji yaitu moving average 2 bulanan moving average 3 bulanan weighted moving average 2 bulanan weighted moving average 3 bulanan exponential smoothing alpha 0 1 alpha 0 5 dan alpha 0 9. Metode peramalan terbaik dipilih berdasarkan parameter mean absolute deviation (MAD) dan mean absolute percentage error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode peramalan terbaik adalah exponential smoothing alpha 0 9 dengan nilai MAD 33 61 dan MAPE 20 57. Dengan peramalan menggunakan metode terpilih diketahui pemakaian gipsum pada periode berikutnya adalah 159.182 ton. Setelah membandingkan kebijakan perusahaan saat ini metode EOQ dan metode POQ diketahui bahwa metode pengendalian persediaan terbaik adalah metode EOQ yang memperoleh total biaya persediaan paling minimum yaitu Rp.2.759.590.692 atau Rp.64.840.570.692 jika dimasukkan harga gipsum yang dibeli.