Skripsi
Kearifan lokal dan vaksinas praktik sosial dalam menghadapi pandemi di Desa Wajak Kidul / Nur Mahasih Hapsari
Abstrak
Artikel ini membahas tentang kearifan lokal dan vaksinasi sebagai dua bentuk praktik sosial masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang dijalankan masyarakat Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Kondisi pandemi yang semakin hari mengalami peningkatan secara cepat membuat masyarakat khawatir cemas dan takut apabila sampai terinfeksi virus jenis baru ini. Corona Virus merupakan wabah jenis baru yang cukup mematikan siapa saja yang terjangkit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui praktik sosial tradisional dan modern yang dijalani Masyarakat Wajak Kidul dalam menghadapi Covid-19 dan bagaimana proses pewarisan budaya dari generasi ke generasi. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa Masyarakat Wajak Kidul melakukan dua praktik sosial yakni secara tradisional antara lain menaruh thetek melek didepan pintu membuat jenang baning memakai gelang dan sabuk dari janur mengolesi kunyit dibawah kolomenjing menancapkan ranting jati dan ranting lamtoro. Kedua dengan melakukan anjuran medis dengan vaksinasi. Meski kearifan lokal masih dilakukan mayoritas masyarakat memilih melalukan vaksinasi karena sudah teruji keamananya. Proses pewarisan budaya dilakukan secara informal dalam keluarga melalui nasehat-nasehat tentang tradisi kepada generasi muda dengan mengajarkan nilai-nilai yang terkadung didalamya. Upaya pewarisan tradisi dilakukan dengan secara lisan dari orangtua ke anak muda. Terdapat juga masyarakat yang hanya meniru perilaku pelaku tradisi karena mereka percaya dengan nilai baik didalamnya. Kata Kunci Masyarakat Wajak Kidul Kearifan Lokal Pandemi Covid-19