Skripsi
Perbedaan kemampuan berpikir kritis ipl karena pengaruh penerapan model pembelajaran cps dibandingkan model pembelajaran pp dipadu dengan strategi metakognitif pada siswa kelas xi titl smkn 2 probolinggo / Danny Prasetyo
Abstrak
ABSTRAK Prasetyo Danny. 2020. Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis IPL Karena Pengaruh Penerapan Model Pembelajran CPS Dibandingkan Model Pembelajaran PP Dipadu Dengan Strategi Metakognitif Pada siswa Kelas XI TITL SMKN 2 Probolinggo. Skripsi Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro M.Pd. M. T (II) Drs Hari Putranto M.T. Kata Kunci Berpikir Kritis Creative Problem Solving Probing Promting Metakognitif. Model pembelajaran dengan karakteristik sesuai dengan kopetensi yang akan dicapai menggunakan pengetahuan awal siswa dan dapat mempengaruhi kemampuan berpikit kritis siswa diantaranya adalah model CPS dan PP. Model pembelajaran CPS pembelajaran dengan mengutamakan keterampilan memecahkan masalah yang mengandung banyak solusi. Model pembelajaran PP pembelajaran dengan guru memberikan sebuah masalah kepada siswa dengan memberikan sebuah masalah siswa sehingga terjadi proses berpikir. Strategi pembelajaran juga berperan penting dan dapat mempengaruhi kemampuan siswa agar mampu berpikir kritis dan strategi yang memiliki karakteristik tersebut yaitu strategi Metakognitif. Tujuan dari penelitian tersebut adalah (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran CPS dipadu strategi Metakognitif pada siswa kelas XI TITL di SMKN 2 Probolinggo (2) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran PP dipadu strategi Metakognitif pada siswa kelas XI TITL di SMKN 2 Probolinggo (3) mengetahui perbedaan penerapan Model Pembelajaran CPS dipadu dengan strategi Metakognitif dibandingkan Model Pembelajaran PP dipadu dengan strategi Metakognitif dalam meningkatkan kemampuan Berpikir Kritis IPL pada siswa kelas XI TITL di SMKN 2 Probolinggo. Penelitian ini menerupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Eksperiment). merupakan rancangan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui deskripsi berpikir kritis IPL awal dan akhir. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI TITL di SMKN 2 Probolinggo Terdapat dua kelas eksperimen yaitu kelas eksperimen A dengen perlakuan model pembelajaran CPS dipadu strategi Metakognitif dan kelas eksperimen B dengan perlakuan model pembelajaran PP dipadu strategi Metakognitif. Penelitian ini menghasilkan presentase untuk berpikir kritis akhir kelas ekperimen B memiliki kelebihan dalam peningkatan cara berpikir kritis IPL dengan jumlah siswa yang menacapai kategori tertinggi sebanyak 23 siswa. Kelas eksperimen A memiliki hasil presentase untuk berpikir kritis IPL dengan jumlah siswa yang mencapai kategori tertinggi sebanyak 14 siswa. Kesimpulan dilihat dari efektifitas model pembelajaran PP lebih unggul dibandingkan model pembelajaran CPS dilihat dari lebih banyak jumlah siswa yang mencapai kategori tertinggi.