Skripsi
Pengembangan media pembelajaran berbasis android pada mata pelajaran dasar desain grafis dengan model self-regulated learning untuk siswa kelas x program keahlian teknik komputer dan informatika di smk / Dwitha Fajri Ramadhani
Abstrak
Adanya endemi Covid-19 memberikan dampak permasalahan berbagai bidang salah satunya bidang pendidikan yang terjadi di seluruh dunia. Berdasarkan observasi dan wawancara informal dengan guru di beberapa SMK diperoleh hasil antara lain (1) pembelajaran dilakukan secara daring dan luring selama 4 jam PTM (Pertemuan Tatap Muka) yang dibagi dengan mata pelajaran lainnya (2) siswa merasa kesulitan memahami materi Dasar Desain Grafis yang disampaikan melalui slide power point (3) metode yang digunakan untuk mengajar adalah ceramah demonstrasi dan penugasan (4) bahan ajar terbatas sehingga buku pembelajaran hanya dapat digunakan di sekolah. Hal tersebut menyebabkan pembelajaran kurang efektif hingga berdampak pada minimnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran berkaitan erat dengan proses belajar mengajar. Media pembelajaran merupakan sarana memperjelas informasi yang disampaikan guru kepada siswa agar tujuan pembelajaran tercapai dengan optimal. Media pembelajaran yang menerapkan konsep multimedia interaktif dengan peranan ICT berbasis android digunakan sebagai inovasi pembelajaran untuk menarik perhatian siswa. Salah satu pengaruh dasar pencapaian tujuan pembelajaran adalah pemahaman konsep siswa perlu menyadari akan tanggungjawab mengetahui cara belajar yang efektif serta merancang strategi regulasi diri dalam belajar (Self-Regulated Learning). Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan terdapat salah satu alternatif solusi yaitu dengan mengembangkan media pembelajaran berbasis android mengadopsi model Self-Regulated Learning. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah (1) mendeskripsikan (2) mengembangkan serta (3) menguji kelayakan media pembelajaran berbasis android pada mata pelajaran Dasar Desain Grafis dengan model Self-Regulated Learning untuk siswa kelas X program keahlian Teknik Komputer dan Informatika di SMK. Pengembangan media menggunakan model 4D dengan tahapan antara lain define design develop dan disseminate. Model ini dipilih dengan pertimbangan langkah pengembangan sistematis dan sederhana tetapi dapat memenuhi tujuan penelitian ini. Desain uji coba meliputi (1) validasi ahli materi oleh seorang guru pengampu mata pelajaran Dasar Desain Grafis di SMKN 5 Malang (2) validasi ahli media oleh seorang dosen ahli pengembangan media pembelajaran di Universitas Negeri Malang (3) uji pengembangan (kelompok kecil) oleh 10 siswa program keahlian Teknik Komputer dan Informatika di SMKN 5 Malang dan (4) uji coba lapangan (kelompok besar) oleh 30 siswa program keahlian Teknik Komputer dan Informatika di SMKN 5 Malang. Metode pengumpulan data adalah kuisioner berupa angket validasi dan uji coba dengan skala penilaian interval serta jenis data kuantitatif kualitatif yang merujuk pada kisi-kisi instrumen Wahono (2006) modifikasi sesuai kebutuhan. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu menafsirkan data kuantitatif berupa nilai rerata ke dalam deskripsi kata-kata dilakukan menggunakan bantuan tabel kategori penafsiran oleh Akbar (2013). Penafsiran akan memperlihatkan makna secara kualitatif dari nilai rerata yang telah diperoleh. Hasil dari pengembangan adalah media pembelajaran berbasis android dengan nama ldquo DEFIS rdquo (Dasar Desain Grafis). DEFIS merupakan media pem-belajaran offline yang diinstall dan dijalankan pada smartphone android dengan spesifikasi minimal Lollipop RAM 2 GB. DEFIS memuat materi KD 3.1-3.3 K13 revisi 2018 mata pelajaran Dasar Desain Grafis. DEFIS disesuaikan dengan model self-regulated learning yang terdiri dari 3 fase meliputi (1) fase perencanaan yaitu fitur alarm notes dan tes kemampuan awal) (2) fase performa atau pelaksanaan yaitu pendahuluan (peta konsep indikator pencapaian kompetensi tujuan) kegiatan belajar (uraian materi mencakup teks gambar dan video untuk memudahkan siswa memahami materi) penutup (rangkuman glosarium) (3) fase refleksi diri yaitu fitur tes kemampuan akhir. Hasil penilaian validasi ahli materi sebesar 98 86% validasi ahli media sebesar 93 18% uji pengembangan (kelompok kecil) sebesar 88 02% dan uji coba lapangan (kelompok besar) sebesar 91 04%. Secara keseluruhan media pembelajaran DEFIS dapat dinyatakan termasuk dalam kriteria sangat valid atau sangat layak untuk digunakan dan dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran dengan persentase rata-rata sebesar 92 78%.