Skripsi
Pengaruh perlakuan coupling agent terhadap tegangan geser interface komposit epoksi serat sansevieria cylindrica / Much Rafi Fahlevi
Abstrak
Dalam tahun terakhir perkembangan teknologi dibidang material meningkat pesat dikarenakan permintaan akan material yang ringan ramah lingkungan dan yang pasti ekonomis. Dalam pencarian tersebut para ahli melakukan usaha untuk mencari material berbasis material yang sudah ada seperti komposit berpenguat serat alam. Komposit berpenguat serat alam dipilih karena memiliki kriteria yang diinginkan yaitu ekonomis. Ramah lingkunga tidak berbahaya bagi kesehatan dan kekuatanya dapat diadu dengan bahan sintesis komposit berpenguat serat alam dapat mengurangi berat hingga 80% dari pada komposit berpenguat logam maupun keramik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan coupling agent 0% 2 5% 5% 7 5% dan 10% terhadap karakteristik dari komposit dengan melakukan beberapa pengujian meliputi (1) uji SEM untuk mengetahui morfologi dari serat alam (2) uji XRD untuk mengidentifikasi kristalinitas (3) uji FTIR untuk mengetahui gugus fungsi dari serat (4) uji pull out untuk mengetahui tegangan geser interface pada komposit. Bahan pembuatan komposit yaitu (1) serat alam sansevieria cylindrica (2) NaOH (3) silane coupling agent dan (4) Etanol. Hasil dari penelitian ini yaitu penambahan coupling agent dapat memperbaiki interface dari serat terlihat pada perlakuan 5% akan tetapi penambahan coupling agent berlebihan dapat membuat serat rusak dan menjadi semakin kasar terlihat pada perlakuan 10%. Puncak difraksi XRD tertinggi dicapai pada serat dengan perlakuan silane coupling agent 10% menghasilkan puncak difraksi pada 2 theta sudut 22 47 deg dengan intensitas nilai puncak sebesar 424 795. Pengujian FTIR dengan penambahan silane coupling agent menyebabkan merenggangnya puncak pada gelombang 3100-3600 dan munculnya puncak baru pada 1157 yang diidentifikasikan sebagai reaksi kondensasi coupling agent terhadap serat. Penambahan coupling agent meningkatkan tegangan geser interface dengan nilai tertinggi pada konsentrasi 10% dengan nilai 91 321 MPa.