Skripsi
Gangguan psikopatologis tokoh dalam novel katarsis karya anastasia aemilia / Naqia Min Ma\'asika
Abstrak
Katarsis karya Anastasia Aemilia merupakan novel bergenre psikologi thriller. Novel ini berkisah tentang tiga tokoh yang memiliki tingkah laku menyimpang novel ini juga menyajikan alur cerita menegangkan berbahaya hingga gambaran pembunuhan secara sadis. tindakan demikan dilakukan oleh tokoh karena menderita gangguan psikopatologis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) bentuk-bentuk psikopatologis tokoh dan (2) penyebab terjadinya gangguan kepribadian pada tokoh dalam Katarsis karya Anastasia Aemilia. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan perspektif psikologi sastra. Data pada penelitian ini berupa frasa kalimat dan paragraf yang menunjukkan perilaku dan penyebab terjadianya pemberontakan dalam novel Katarsis karya Anastasia Aemilia. Pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumentasi yang dilakukan dengan cara membaca mencatat dan mengklasifikasi data yang ditemukan. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data penyajian data penarikan kesimpulan dan peninjauan kembali jika hasil kesimpulan belum memadai. Keabsahan data dilakukan dengan teknik pemeriksaan yang terdiri dari pengecekan secara mendalam oleh peneliti triangulasi pemeriksaan sejawat dan melakukan konsultasi data kepada dosen pembimbing untuk menentukan keabsahan data. Dari penelitian ini hasil analisis diketahui bahwa tingkah laku tokoh Tara Johandi Ello dan Heru menunjukkan ciri-ciri gangguan psikopatologis. penderita gangguan psikopatologis membuat tokoh melakukan pemberontakan berupa tindakan implusif penyimpangan norma-norma sosial berperilaku proyeksi dan bertidak agresif. Penyebab gangguan kepribadian antisosial tokoh Tara dipengaruhi faktor biologis serta diperkuat dengan faktor keluarga sedangkan pada tokoh Ello dipengaruhi oleh faktor keluarga. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan peneliti memberikan saran sebagai berikut. Pertama kepada peneliti selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan semiotik untuk mengungkapkan keselarasan judul dengan isi novel. Kedua kepada pembaca disarankan untuk memahami ilmu psikologi karena novel Katarsis menceritakan pembunuhan berantai yang melibatkan tiga tokoh penderita gangguan kepribadian antisosial. Ketiga pemerhati sastra diharapkan dapat menjadi tolak ukur para pengarang sastra meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra bergenre psikologi thriller yang masih tergolong baru di Indonesia.