Skripsi
Pemberontakan di Kerajaan Tumapel 1214 Saka (1292 masehi) / Eko Prasetyo
Abstrak
Pemberontakan bukan hanya sebuah gejala kekerasan atau adu senjata dari kedua belah pihak yang berseteru tetapi lebih dari itu. Berkenaan dengan konteks penyebab pemberontakan suatu sumber konflik yang terjadi harus digali secara mendalam. Sumber konflik biasanya karena rasa ketidakpuasan pengharapan yang terkekang atau takut adanya kehilang sesuatu misal peran dan prestise. Pemberontakan juga dipandang sebagai bentuk tanggapan terhadap sesuatu yang tidak disukai. Penyerangan ri Jayakaty terhadap penggulingan kekuasaan raja ri K t nagara dapat dianggap sebagai pemberontakan. Penelitian ini berfokus ke dalam dua rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana sebab pemberontakan di Kerajaan Tumap l (2). Bagaimana proses penyerangan kerajaan Tumap l (3). Bagaimana akhir dari pemberontakan Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah karena penelitian yang terjadi membahas mengenai peristiwa masa lampau. Terdapat empat tahapan dalam metode penelitian ilmu sejarah yaitu Heuristik (Pengumpulan Sumber) kritik interpretasi dan penulisan. Pada penulisan sejarah masa kuno sumber yang dihadapkan adalah sebuah data tekstual yang disebut sebagai prasasti karya naskah (manuscripts) beberapa berupa Kakawin Serat dan Kidung. Untuk menjaga keabsahan dilakukan kritik dan perbandingan sumber data lain yang relevan dalam penelitian ini. Dalam penulisan Sejarah menggunakan model penulisan deskriptif-naratif. Hasil dari Penelitian ini diperoleh kesimpulan 1. bukti pengharapan yang terkekang dan ketidakpuasan elite politik kerajaan. ri Jayakaty yang merupakan keturunan dari ri K tajaya yang merupakan Raja Ka iri terakhir merasa berhak atas di bhumi Ka iri yang telah menjadi wilayah bawahan Kerajaan Tumap l ia harus berakhir menjadi pendampingi istrinya Turukbal di N gara Gla ndash Gla i Bh mi Wuraw n. ryya Wirar ja Kehilangan peran dan prestise yang telah tidak dipercayai lagi oleh Kerajaan dan dimutasi di N gara Madhura Wetan yaitu Soengenep. Sebab ini ri Jayakaty dan ryya Wirar ja keinginan untuk menyerang Tumap l. Penyerangan dilakukan dengan dua arah yaitu dari utara dan dari selatan. 2. Strategi ri Jayakaty untuk menyerang membagi pasukan dari dua arah yang berlawan dari sisi utara sebagai pengacau pengalihan dan dari sisi selatan pasukan inti untuk menggempur langsung kedalam pertahanan serangan ini disebut sebagai model makara-wyuha. 3. Keberhasilan penyerangan ini membuat ri Jayakaty menguasai seluruh wilayah Tumap l namun ia tidak duduk disinggasana di Tumap l. Melainkan berkuasa di Nagara Daha.