Skripsi
Penerapan KDK (keterampilan dasar komunikasi) konselor sebaya dalam konseling online (studi fenomenologi pada konselor sebaya di Peer Counseling corner p2bk3a lp3 UM ) / Sugestining Wisnu Bestari
Abstrak
Penyedia layanan konseling sebaya bagi mahasiswa di Universitas Negeri Malang adalah Peer Counseling Corner (PCC). Layanan konseling yang disediakan di Peer Counseling Corner awalnya berupa konseling secara offline atau konseling secara langsung. Namun setelah adanya pandemi covid-19 layanan konseling dialihkan menjadi konseling secara online. Maka dari itu penerapan keterampilan dasar komunikasi dalam proses konseling juga berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan keterampilan dasar komunikasi dalam konseling online yang dilakukan oleh konselor sebaya di PCC. Jenis penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi. Dalam penelitian fenomenologi instrumen yang digunakan merupakan human instrumen atau peneliti itu sendiri (Creswell 2014). Adapun prosedur penelitian dalam bentuk kerangka kerja penelitian adalah sebagai berikut (1) Penentuan fokus penelitian (2) Pengumpulan data dengan melakukan wawancara dengan konselor sebaya di PCC (3) Analisis data hasil wawancara dengan cara mengolah data dan memepersiapkan untuk dianalisis membaca keseluruhan data menganalisis lebih detail dengan meng-coding data menerapkan proses coding menunjukkan deskripsi yang akan disajikan dalam laporan serta menginterpretasikan atau memaknai data. Sehingga diperolah hasil mengenai penerapan KDK (keterampilan dasar komunikasi) konselor sebaya dalam konseling online di Peer Counseling Corner LP3 UM. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keterampilan dasar komunikasi yang digunakan serta tidak diterapkan dalam konseling online. Keterampilan dasar komunikasi yang diterapkan dalam konseling online oleh konselor sebaya di PCC yaitu attending transisi pembicaraan acceptance restatment reflection of feeling clarification structuring sharing of experience lead / questioning reassurace advice interpretation summarization serta termination. KDK yang tidak digunakan dalam konseling online adalah inisiasi pembicaraan rejection (melarang mencegah) confrontation (konfrontasi) serta silent (diam). Konselor sebaya memaknai keterampilan dasar komunikasi dalam konseling online sebagai suatu keterampilan inti dan paling mendasar dari pelayanan konseling sebaya sebagai panduan langkah-langkah yang bisa membantu dalam arahan proses konseling. Kendala penerapan keterampilan dasar komunikasi dalam konseling online melalui chat yaitu kurang bisa mengidentifikasi respon nonverbal yang ditunjukkan konseli kurang bisa menunjukkan empati kepada konseli kapasitas konselor untuk berkomunikasi secara verbal berkurang serta perbedaan feel dan value antara konseling offline dan juga konseling online. Kendala penerapan keterampilan dasar komunikasi dalam konseling online melalui video conference yaitu adanya kesulitan saat menerapkan reflection of feeling. Terdapat penyesuaian penerapan keterampilan dasar komunikasi dalam konseling online yang dilakukan oleh konselor sebaya di Peer Counseling Corner yaitu penggunaan emotikon penggunaan hashtag Loveyourself mengirim quotes dan konten penyemangat apabila konseling online dilakukan via chat. Kemudian memaksimalkan ekspresikan wajah dan gerakan tangan pada konseling online via video conference. Dalam penelitian ini peneliti belum membahas mengenai dampak penerapan keterampilan dasar komunikasi dalam konseling online bagi konseli sehingga diharapkan hal tersebut dapat diteliti lebih dalam oleh peneliti selanjutnya.