Skripsi
Uji aktivitas antimikroba ekstrak bawang putih dan bawang hitam (allium sativum l.) terhadap pertumbuhan pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 / Dimas Nur Ramadhani
Abstrak
Infeksi nosokomial umumnya disebabkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa yang saat ini sudah resisten terhadap antibiotik. Penemuan obat herbal yang memiliki aktivitas antimikroba masih menjadi tantangan di seluruh dunia. Bawang putih merupakan obat herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena kandungan metabolit sekundernya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antimikroba ekstrak bawang putih dan ekstrak bawang hitam terhadap pertumbuhan P. aeruginosa ATCC 27853 secara in vitro. Bawang putih (BP) dan bawang putih tunggal (BT) didiamkan selama 21 hari pada suhu 70oC untuk mendapatkan bawang putih aged (AG) dan bawang putih tunggal tua (BTA). BP BT BPA dan BTA diekstraksi menggunakan etanol 70% dan dibuat pada dosis yang berbeda 25 50 75 dan 100 mg/mL. Hasil Two-way ANOVA menunjukkan bahwa bawang putih dan variasi dosis berpengaruh nyata (p lt 0 05) terhadap pertumbuhan P. aeruginosa 27853. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak BT pada 50 mg/mL memiliki daya hambat terbesar dibandingkan dengan variasi bawang putih lainnya tetapi tidak berbeda nyata (p gt 0 05) dengan ekstrak BTA pada 75 mg/mL. Ekstrak BT dan BTA mungkin menjadi kandidat potensial di masa depan untuk mengobati infeksi nosokomial yang disebabkan oleh P. aeruginosa ATCC 27853.