Skripsi
Pengembangan kamus isyarat SIBI menjadi kamus visual isyarat kata benda untuk siswa tunarungu + autis TKLB river kids Malang / Dian Ayu Rhespati
Abstrak
ABSTRAK Rhespati Dian Ayu. 2021. Pengembangan Kamus Isyarat Sibi Menjadi Kamus Visual Isyarat Kata Benda Untuk Siswa Tunarungu Autis Tklb River Kids Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs.Ir. Endro Wahyuno M.Si (II) Dr. Agung Kurniawan M.Kes Tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pada organ pendengarannya akibat dari kerusakan atau tidak berfungsinya sebagian atau seluruh alat pendengarannya baik terjadi sejak kecil atau setelah dilahirkkan sehingga mengakibatkan ketidakmampuan mendengar. Dan berdapa dalam hambatan komunikasi dan perkembangan bahasanya. Sehingga memerlukan bimbingan dan pelayanan khusus. Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) yang dibakukan itu merupakan salah satu media yang membantu komunikasi sesama kaum tunarungu didalam masyarakat yang lebih luas. Wujudnya adalah tataan yang sistematis tentang seperangkat isyarat jari tangan dan berbagai gerak yang melambangkan kosa kata bahasa Indonesia. Anak autis adalah anak visual learner yaitu belajar menggunakan gambar. Oleh karena itu perlu dikembangkan kamus Isyarat SIBI menjadi Kamus visual Isyarat kata Benda. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan kamus visual isyarat kata benda untuk membantu dan mempermudah siswa tunarungu autis memahami kosakata kata benda berkomunikasi dan juga berbahasa isyarat. Penelitian dan pengembangan kamus ini menggunakan model Borg and Gall (dalam sugiyono) yang terdiri dari 5 tahap meliputi (1) penelitian dan pengumpulan informasi (2) perencanaan (3) pengembangan desain produk awal (4) validasi produk (5) revisi produk. Subyek validasi pada penelitian ini adalah ahli media ahli materi ahli praktisi. Teknik analisis data menggunakan Teknik persentase pada data kuantitatif dan Teknik deskriptif pada data kualitatif. Hasil validasi ahli media pertama dan kedua yaitu 98 3 % dan 100% ahli materi pertama dan kedua yaitu 95 % dan 80% dan ahli praktisi 75 %. Hasil rata- rata dari kelima validator yaitu 87 22 %. Kamus visual isyarat kata benda ini telah memenuhi karakteristik pengembangan kamus. Kamus visual isyarat kata benda sangat valid digunakan guru untuk melatih kosakata dan juga berkomunikasi bahasa isyarat. siswa tunarungu autis