Skripsi
Analisis kinerja keuangan perusahaan asuransi yang terdaftar di bursa efek indonesia periode tahun 2013-2018 / Qurrotul A yunin Widiastuti
Abstrak
ABSTRAK A rsquo yunin Widiastuti Qurrotul. 2021. Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Asuransi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2013-2018. Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Pembimbing Yuli Agustina S.E. M.M. Kata kunci Kinerja Keuangan (ROA) Solvency Margin Ratio Loss Ratio Liquidity Ratio Own Retention Ratio. Semakin maju perkembangan ekonomi dan teknologi memungkinkan adanya risiko yang dapat mengancam kebutuhan manusia semakin besar. Maka tingkat risiko yang terjadi juga terhadap setiap aktifitas manusia juga akan semakin meningkat baik yang mengancam atas diri ataupun harta benda miliknya sehingga manusia berupaya untuk mengatasinya. Salah satu cara manusia mengatasi risiko adalah melalui peralihan risiko kepada pihak lain dalam hal ini melalui lembaga asuransi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Kinerja Keuangan Perusahaan Asuransi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2013-2018. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2018. Perusahaan yang konsisten menerbitkan laporan keuangan selama kurun waktu 5 tahun atau selama periode 2013-2018. Maka diperoleh 10 sampel selama 5 tahun. Teknik analisis yang digunakan analisis regresi berganda dan uji hipotesis t. Hasil uji parsial (uji t) pada seluruh variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa empat variabel independen memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap kinerja keuangan perusahaan asuransi. Pertama Solvency Margin Ratio (X1) tidak berpengaruh terhadap variabel kinerja keuangan (ROA). Hal ini disebabkan oleh semakin rendahnya belanja perusahaan asuransi dalam mengatasi kerugian dalam mendukung kewajiban yang mungkin timbul dari penutupan risiko yang telah dilakukan. Kedua Loss Ratio () berpengaruh negatif terhadap ROA. Hal ini dikarenakan kurangnya kemampuan perusahaan asuransi dalam mengukur keuangan perusahaan antara beban klaim dengan pendapatan premi. Ketiga Liquidity Ratio () berpengaruh negatif terhadap ROA. Hal ini dikarenakan semakin tinggi tingkat likuiditas perusahaan asuransi akan menurunkan nilai kinerja perusahaan sehingga perusahaan memiliki tingkat likuiditas yang rendah akan menyebabkan kelebihan dana yang akan berdampak terhadap meningkatnya kinerja keuangan. Dan keempat Own Retention Ratio () tidak berpengaruh terhadap ROA. Hal ini disebabkan perusahaan asuransi kurang berani dalam menanggung risiko klaim sendiri dengan asumsi pendapatan perusahaan asuransi yang menjadi semakin besar. Dengan mengetahui variabel tersebut maka manajemen perusahaan perlu adanya perhitungan dan pengelolaan kinerja keuangan dengan cermat agar terhindar dari kerugian akibat pembayaran klaim asuransi yang bernilai besar dan pengelolaan terhadap premi-premi yang telah dibayarkan agar tidak mengalami kegagalan bayar ketika klaim-klaim asuransi diajukan.