Skripsi
Perbedaan kemampuan mental imagery instalasi penerangan listrik karena pengaruh penerapan model cybernetic learning dibandingkan blended learning pada siswa kelas xi TITL di SMK Negeri 6 Malang / Firda Rahayu
Abstrak
Mental Imagery merupakan kemampuan membayangkan suatu objek atau peristiwa yang menyerupai wujud aslinya. Model dan media pembelajaran yang digunakan guru sangat mempengaruhi Kemampuan Mental Imagery yang dimiliki siswa. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kemampuan awal Mental Imagery Instalasi Penerangan Listrik mendeskripsikan kemampuan akhir Mental Imagery Instalasi Penerangan Listrik mengetahui perbedaan kemampuan Mental Imagery Instalasi Penerangan Listrik setelah diberi perlakuan Cybernetic Learning dan Blended Learning yang dipadu dengan video animasi mengungkap model pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan Kemampuan Mental Imagery Instalasi Penerangan Listrik pada peserta didik kelas XI TITL di SMK Negeri 6 Malang. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah Quashi Experimental Design dengan metode Nonequivalent Control Group Design sampel yang sudah terbentuk diberi soal pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan awal dan akhir Mental Imagery. Kelas XI TITL 1 dipengaruh model Cybernetic Learning dan kelas XI TITL 2 dipengaruhi model Blended Learning. Hasil penelitian menunjukkan (1) rata-rata nilai kemampuan awal Mental Imagery kelas XI TITL 1 adalah 73 1434 dan kelas XI TITL 2 adalah 73 3300 (2) rata-rata kemampuan akhir Mental Imagery kelas XI TITL 1 adalah 83 330 dan kelas XI TITL 2 adalah 90 00 (3) nilai Sig. (2-tailed) uji hipotesis adalah 0 007 lt 0 05 (4) nilai uji N-Gain Score model Blended Learning 24 05% lebih efektif. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) rata-rata kemampuan awal Mental Imagery sebelum dipengaruhi model Cybernetic Learning dan Blended Learning berbantuan Video Animasi masih tergolong rendah (2) rata-rata kemampuan akhir Mental Imagery setelah dipengaruhi model Cybernetic Learning dan Blended Learning berbantuan Video Animasi meningkat (3) terdapat signifikansi perbedaan rata-rata Kemampuan Mental Imagery karena pengaruh model Cybernetic Learning dibandingkan Blended Learning (4) model pembelajaran yang lebih efektif meningkatkan Kemampuan Mental Imagery adalah Blended Learning.