Skripsi
Analisis kecakapan matematis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika kontekstual ditinjau dari gaya belajar self-expressive learning dan understanding learning / Rianti Hidaiyah
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil analisis kecakapan matematis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika kontekstual program linear dua variabel ditinjau dari gaya belajar self-expressive learning dan understanding learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 2 Malang pada kelas XI yang diberikan angket gaya belajar. Kemudian dipilih masing-masing 2 siswa yang cenderung self-expressive learning dan understanding learning. Keempat subjek penelitian tersebut diberikan masalah kontekstual dari materi program linear dan dilanjutkan dengan wawancara setelahnya secara daring. Hasil tes dan wawancara tersebut dianalisis berdasarkan komponen kecakapan matematis yang tediri dari pemahaman konseptual kelancaran procedural kompetensi strategis penalaran adaptif dan disposisi produktif (Kilpatrick et al 2001). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok gaya belajar Self-Expressive Learning (SL) mencapai persentase sangat baik pada setiap komponen kecakapan matematisnya . (1) Pada pemahaman konseptual kelompok SL telah mampu menempuh keseluruhan langkah penyelesaian secara lengkap dan berurutan serta memahami setiap konsep yang mendasari pada hampir semua langkah penyelesaiannnya hanya saja terdapat kesalahan konsep dalam pembuatan permisalan dan penentuan seluruh titik pojok daerah selesaian. (2) Pada kelancaran prosedural kelompok SL telah mampu menentukan kapan dan bagaimana suatu prosedur digunakan berdasar kemampuan subjek menggambar grafik menentukan daerah selesaian dan mampu menggunakan metode eliminasi subtitusi untuk mencari titik pojok yang belum diketahui. (3) Pada kompetensi strategis kelompok SL sudah mampu merumuskan masalah mempresentasikannya dan menemukan selesaiannya berdasar kemampuannya memahami informasi dari masalah membuat model matematika yang benar dan lengkap serta mampu mensubtitusikan titik pojok ke fungsi objektif hingga menentukan solusi optimumnya. (4) Pada penalaran adaptif kelompok SL mampu membuat kesimpulan yang benar berdasar penyelesaian masalahnya dan mampu menjelaskan alasan kesimpulan yang dibuatnya. (5) Terakhir pada disposisi produktif kelompok SL telah memiliki sudut pandang yang menempatkan materi program linear dua variabel sebagai suatu hal yang berguna dan bermanfaat. Sedangkan pada gaya belajar Understanding Learning (UL) diperoleh bahwa kelompok gaya belajar memenuhi beberapa komponen kecakapan matematis dengan persentase sangat baik meski lebih rendah dalam beberapa komponen dari gaya belajar sebelumnya. (1) Pada pemahaman konseptual kelompok UL telah menempuh hampir seluruh langkah penyelesaian tetapi masih terdapat langkah yang terlewatkan yaitu dalam membuat kesimpulan dan adanya langkah yang tidak sesuai urutan. Untuk konsep yang mendasari setiap langkah pengerjaannya dipenuhi pada konsep merumuskan kendala dari model matematika menentukan titik potong setiap kendala dengan sumbu x dan y menentukan daerah yang memenuhi setiap kendala menentukan seluruh titik pojok daerah selesaian dan menentukan nilai optimum. Sedangkan konsep pada langkah yang lain rata-rata subjek dari kelompok belajar ini masih melakukan kesalahan pemahaman. (2) Pada kelancaran prosedural kelompok UL telah mampu menentukan kapan dan bagaimana suatu prosedur digunakan walau masih terdapat beberapa kekurangan didalamnya yang didukung dengan kemampuan subjek menggambar grafik secara baik menentukan daerah selesaian tetapi kurang memperhatikan tidak adanya syarat nonnegatifnya dan mampu menggunakan metode eliminasi subtitusi dalam segi operasinya secara baik tetapi tidak mampu memberikan alasan pemilihan pertidaksamaannya. (3) Pada kompetensi strategis kelompok UL sudah mampu merumuskan masalah tetapi terkadang masih kurang teliti mempresentasikannya model matematika tetapi kurang menuliskan syarat nonnegatif dan menemukan selesaiannya dengan subtitusi titik pojok ke fungsi objektif tetapi masih ditemukan titik hasil eliminasi subtitusi yang bukan termasuk titik pojok daerah selesaian disubtitusikan ke fungsi objektif. (4) Untuk penalaran adaptif kelompok UL sudah mampu membuat simpulan dari suatu argumen dan mampu menjelaskan alasannya sesuai dengan penyelesainnya. (5) Terakhir untuk disposisi produktif kelompok gaya belajar UL telah memiliki sudut pandang yang menempatkan matematika sebagai suatu hal yang berguna dan bermanfaat. Jika dibandingkan maka diperoleh kelompok gaya belajar SL lebih unggul dalam beberapa komponen kecakapan matematis dibandingkan kelompok gaya belajar UL. Hal ini didukung dengan kecenderungan kelompok SL untuk menggunakan gambar dan banyak cara dalam penyelesaian masalahnya yang sesuai dengan penyelesaian masalah program linear. Sedangkan kelompok gaya belajar UL cenderung mencari kategori atau pola. Sehingga hasil penelitian ini hanya berfokus pada materi program linear dua variabel kelas XI dan untuk materi matematika lainnya diperlukan penelitian lebih lanjut.