Skripsi
Analisis peran orang tua dalam pembelajaran daring siswa kelas V SDN Polehan 05 Malang / Erina Wahyu Hidayanti
Abstrak
Hidayanti Erina Wahyu. 2021. Analisis Peran Orang Tua Dalam Pembelajaran Daring Siswa Kelas V SDN Polehan 05 Malang. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Puri Selfi Cholifah S.Pd M.Pd Pembimbing (II) Kata Kunci Peran orang tua pembelajaran daring peran orang tua dalam pembelajaran daring Penerapan pembelajaran daring yang dilaksanakan pada masa pandemi membuat siswa memerlukan pendampingan orang tua saat proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran orang tua pada saat pembelajaran daring berlangsung dan peran apa saja yang dilakukan oleh orang tua selama pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran orang tua dalam pembelajaran daring sangat penting Hasil penelitian menunjukan bahwa peran orang tua dalam pembelajaran daring sangat penting peran orang tua kelas V dalam pembelajaran daring di SDN Polehan 05 Malang sebagai pendamping anak belajar sebagai pengganti guru di rumah sebagai fasilitator yang menyediakan dan menyiapkan pembelajaran daring di rumah sebagai motivator sebagai pemberi semangat atau motivasi kepada anak agar tetap semangat dalam menjalani pembelajaran dan sebagai pengarah untuk membantu mengarahkan anak saat pembelajaran daring berlangsung. Peran orang tua kelas V dalam pembelajaran daring di SDN Polehan 05 Malang sebagai pendamping anak sebagai fasilitator yang menyediakan dan menyiapkan pembelajaran daring di rumah sebagai motivator sebagai pemberi semangat atau motivasi kepada anak agar tetap semangat dalam menjalani pembelajaran dan sebagai pengarah untuk membantu mengarahkan anak saat pembelajaran daring berlangsung. Dalam pembelajaran daring orang tua siswa melakukan peran mereka dengan baik. Mereka melakukan peran tersebut karena mereka merasa bahwa itu adalah kewajiban mereka karena pembelajaran dilakukan di rumah dan orang tua menggantikan peran guru di rumah.