UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Sintesis nanomagnetit terlapis kappa-karagenan (CMKC), kitosan, dan karboksimetil-kappa karagenan (CMKC)-kitosan sebagai pengikat natrium diklofenak / Brilian Zuhroti

Zuhroti, Brilian - Nama Orang;

Abstrak
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) merupakan obat untuk mengatasi rasa nyeri penurun panas dan anti radang salah satu obat yang tergolong ke dalam obat antiinflamasi nonsteroid adalah natrium diklofenak. Natrium diklofenak sendiri memiliki waktu paruh yang rendah (1 sampai 2 jam) untuk mengatasi hal tersebut pemberian Natrium Diklofenak dapat dilakukan menggunakan nanocarrier intraartikular. Pada nanocarrier bahan aktif diikatkan pada selaput pembungkus nanopartikel. Salah satu jenis nanopartikel yang sering digunakan adalah nanomagnetit (Fe3O4). Nanomagnetit memiliki kelemahan tingkat oksidasi yang tinggi dan mudah teraglomerasi. Solusi untuk mencegah aglomerasi partikel magnetit adalah dengan pelapisan. Pelapis yang sering digunakan adalah polisakarida seperti kitosan dan karagenan. Gugus fungsi pada kappa shy -karagenan dapat dimodifikasi untuk meningkatkan sifat karagenan itu sendiri melalui proses karboksimetilasi menghasilkan karboksimetil k-karagenan (CMKC). Jenis muatan merupakan salah satu karakter yang berpengaruh terhadap pemanfaatan nanomagnetit. Natrium diklofenak terlarut sebagai ion diklofenak yang memiliki muatan parsial negatif CMKC memiliki muatan parsial negatif dan kitosan memiliki muatan parsial positif sehingga diklofenak mudah berinteraksi dengan kitosan secara elektrostatik karena perbedaan muatan. Namun kitosan memiliki kemampuan swelling yang tinggi. Pencampuran CMKC dengan kitosan merupakan solusi alternatif yang diharapkan agar kemampuan swelling pengikat bahan aktif lebih seimbang. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap (1) Pelapisan nanomagnetit menggunakan CMKC kitosan dan CMKC-kitosan. Nanomagnetit disintesis melalui metode kopresipitasi. Sedangkan CMKC disintesis melalui proses karboksimetilasi k-karagenan dengan variasi media reaksi pada alkalisasi dan penggunaan pereaksi asam monokloroasetat pada proses eterifikasi (2) Karakterisasi nanomagnetit dan nanomagnetit terlapis CMKC kitosan dan CMKC-kitosan dan karakterisasi CMKC dan (3) Uji adsorpsi Natrium diklofenak pada nanomagnetit terlapis CMKC kitosan dan CMKC-kitosan pada media buffer fosfat pH 7 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanomagnetit dapat disintesis melalui metode kopresipitasi antara larutan FeCl3 dan FeSO4 (2 1)M/M dengan larutan NaOH. Hasil analisis spektrum FTIR mengindikasikan munculnya puncak serapan pada bilangan gelombang 580 cm-1 dan 442 cm-1 dan analisis difraktogram XRD menunjukkan munculnya puncak pada 30 130 35 480 43 05 56 990 dan 62 520 yang sesuai dengan hasil analisis standar nanomagnetit. Pada CMKC hasil optimasi media reaksi didapatkan hasil bahwa CMKC aseton etanol memiliki intensitas serapan paling tinggi CMKC aseton etanol 3 2(v/v) memiliki nilai DS tertinggi sebesar 1 7 nilai swelling paling optimum sebesar 5 95 dari CMKC aseton etanol 2 3 (v/v) nilai viskositas dari CMKC hasil sintesis semuanya memenuhi standar ( gt 10 cP) dan kelarutan CMKC hasil sintesis lebih besar daripada k-karagenan. Pada karakterisasi spektrum FTIR nanomagnetit terlapis CMKC menunjukkan munculnya gugus khas karboksilat pada 1603 28 cm-1 dan 1405 86 cm-1 pada nanomagnetit terlapis kitosan menunjukkan munculnya puncak serapan gugus amina pada 3412 62 cm-1 dan 1353 71 cm-1 dan pada nanomagnetit terlapis CMKC-kitosan muncul gugus khas karboksilat pada 1603 31 cm-1 dan 1410 83 cm-1dan gugus khas amina pada 3405 17 cm-1 dan 1354 94 cm-1. Analisis SEM menunjukkan partikel magnetit berbentuk bulat dan teraglomerasi selain itu terdapat analisis SEM dari nanomagnetit terlapis yang menunjukkan berkurangnya aglomerasi dari nanomagnetit sebelum terlapis. Analisis TEM menunjukkan partikel nanomagnetit memiliki ukuran 21 89-41 96 nm. Nanomagnetit terlapis CMKC-kitosan memiliki ukuran partikel 70 44-98 08 nm. Hasil uji magnetisasi dengan VSM menunjukkan nilai magnetisasi nanomagnetit terlapis lebih kecil dibandingkan yang sebelum terlapis. Nanomagnetit memiliki nilai magnetisasi sebesar 40 19 emu/g dan magnetisasi nanomagnetit terlapis CMKC kitosan dan CMKC-kitosan berturut-turut sebesar 18 02 emu/g 13 95 emu/g dan 26 17 emu/g. Uji keterserapan diklofenak menunjukkan bahwa nanomagnetit terlapis CMKC-kitosan memiliki daya adsorp paling tinggi.


Informasi Detail
DDC
Rt 541.39 ZUH s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Kimia, 2021.
Deskripsi Fisik
xvii, 82 lembar: ill. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01736/KI/22
Edisi
Tesis (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2021
Subjek
1. REAKSI SINTESIS - NANOMAGNETIT
2. SYNTHESIS REACTION - NANOMAGNETITE

Pembimbing
1. Irma Kartika Kusumaningrum ; 2. Anugrah Ricky Wijaya
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik