Tesis
Pengembangan nanomagnetit tersalut karboksimetil k-karagenan (cmkc) sebagai adsorben pada proses prekonsentrasi ion timbal(ii) dan krom(iii) yang terlarut dalam air / Sri Hidayati
Abstrak
Kontaminasi tembaga(II) dan krom(III) dalam air merupakan masalah lingkungan karena memiliki efek signifikan pada ekosistem air dan kesehatan manusia. Instrumen F-AAS yang digunakan untuk menentukan kadar ion logam dalam air memiliki akurasi rendah jika ion logam yang diukur memiliki kadar yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan akurasi hasil pengukurannya adalah meningkatkan konsentrasi sampel melalui prekonsentrasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan nanomagnetit tersalut CMKC sebagai adsorben untuk prekonsentrasi tembaga(II) dan krom(III) melalui proses adsorpsi desorpsi yang dilakukan dalam beberapa tahap yaitu (1) sintesisCMKCdengan metode alkalisasi dan eterifikasi (2) sintesis nanomagnetit menggunakan metodekopresipitasi (3) penyalutan nanomagnetit dengan CMKC (4) uji kemampuan adsorpsi nanomagnetit tersalut CMKC sebagai adsorben tembaga(II) dan krom(III) pada berbagai massa adsorben dan variasipHadsorpsi (5) kajianaplikasinanomagnetittersalut CMKCsebagai adsorben untuk prekonsentrasi sampelairyang mengandung ion tunggal tembaga(II) dan krom(III) serta campuran ion tembaga(II) dan krom(III) dengan variasi perbandingankonsentrasi. Kemampuannanomagnetit tersalutCMKCsebagaiadsorben untuk prekonsentrasi diukur berdasarkan kemampuan adsorpsi (Kads) dan efektifitas prekonsentrasi (%pre) dalam sampel setelah proses desorpsi. Karakterisasi CMKC hasil sintesis menunjukkan puncak serapan gugus karboksil pada 1604 cm-1 dan 1444 cm-1. Spektrum FTIR mengkonfirmasi terdapatnya pita adsorpsi 574 cm-1 dan 638 cm-1 merupakan vibrasi khas Fe-O pada magnetit sedangkan difaktogram XRD menunjukkan puncak 30 35 42 57 63 dan 74 yang mengkonfirmasi terbentuknya magnetit. Hasil SEM-EDX menunjukkan magnetit dan nanomagnetit tersalut CMKC memiliki ukuran diameter rata-rata 29 nm dan 71 nm. Perbandingan % berat Fe O dalam magnetit adalah 3 1 dan dalam nanomagnetit tersalut CMKC Fe O C adalah 11 5 3 1. Nilai magnetisasi nanomagnetit dan nanomagnetit tersalut CMKC dari analisis VSM menunjukkan nilai 40 emu/g dan 23 5 emu/g. Hasil uji F-AAS menunjukkan bahwa adsorpsi optimum tembaga(II) dan krom(III) tercapai pada pH 6. Massa adsorben optimum adsorpsi tembaga(II) dan krom(III) adalah 0 01 g dan 0 1 g untuk 20 mL larutan sampel 20 ppm dengan waktu kontak 40 menit. Efektifitas prekonsentrasi sampel tembaga(II) dankrom(III) adalah 203% dan 236%. Kemampuan adsorpsi nanomagnetit tersalut CMKC pada campuran tembaga(II) dan krom(III) berbanding lurus dengan konsentrasi ion logam. % prekonsentrasi krom(III) selalu lebih besar dari tembaga(II) dengan perbandingan konsentrasi yang lebih tinggi maupun lebih rendah dari tembaga(II). Kata kunci nanomagnetittersalut CMKC tembaga(II) krom(III) prekonsentrasi adsorpsi-desorpsi