Skripsi
Pengembangan media pembelajaran sejarah berbasis video animasi stop motion tentang strategi Dakwah Sunan Bonang di Jawa untuk meningkatkan minat belajar siswa pada kelas x iis-1 SMAI Almaarif Singosari / Thesya Arna Putri
Abstrak
RINGKASAN Putri Thesya Arna. 2021. Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Stop motion Tentang Strategi Dakwah Sunan Bonang Di Jawa Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Kelas X Iis-1 SMAI Almaarif Singosari. Skripsi. Jurusan sejarah program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Najib Jauhari S.Pd M.Hum (2) Arif Subekti S.Pd MA. Kata Kunci Media Pembelajaran Video Animasi Stop motion Sejarah dan Minat Belajar. Pembelajaran di SMAI Almaarif Singosari masih minim dalam pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini didasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti terhadap kegiatan pembelajaran di kelas X-IIS 1 bahwa media yang sering digunakan hanya PowerPoint (PPT). Selain itu sumber belajar yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran hanya LKS yang disediakan oleh sekolah. Permasalahan tersebut berimbas pada minat belajar siswa karena monoton nya kegiatan pembelajaran sejarah yang dilakukan. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Stop motion Tentang Strategi Dakwah Sunan Bonang Di Jawa Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Kelas X IIS-1 SMAI Almaarif Singosari. Media video animasi stop motion merupakan suatu media pembelajaran dalam bentuk video animasi yang dikembangkan menggunakan berbagai aplikasi maupun software seperti adobe photoshop adobe premiere pro dan zepeto.. Media ini mengangkat materi strategi dakwah Sunan Bonang dalam menyebarkan agama Islam. Media ini diharapkan mampu meningkatkan minat belajar peserta didik dalam belajar sejarah. Media pembelajaran yang dikembangkan menggunakan model pengembangan 4D yang diusung oleh Thiagarajan. Model ini memiliki 4 tahapan berupa 1) Define 2) Design 3) Develop dan 4) Disseminate. Video animasi stop motion dikembangkan untuk menghasilkan media pembelajaran yang memenuhi kelayakan produk media pembelajaran yaitu validitas uji kelayakan produk dan uji minat belajar terhadap media. Uji validitas dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Sedangkan uji kelayakan dan pengukuran minat belajar dilakukan oleh peserta didik kelas X-IIS 1 SMAI Almaarif Singosari. Pengembangan video animasi stop motion ini telah berhasil mengembangkan produk yang memenuhi kriteria valid dan layak. Pada validasi materi mendapat 68% dengan kategori cukup valid dan validasi media 85% dengan kategori sangat valid. Pada aspek kelayakan produk uji coba kelompok kecil mendapat persentase 82 5% dengan kategori sangat layak dan uji coba kelompok besar mendapat persentase 81 5% dengan kategori sangat layak. Sedangkan dalam meningkatkan minat belajar sebelum menggunakan media minat belajar siswa mendapat persentase 64 7% dengan kategori rendah dan setelah menggunakan media minat belajar siswa mendapat persentase 81 8% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut media pembelajaran video animasi stop motion dapat dikategorikan sebagai media pembelajaran yang valid dan layak serta berhasil dalam meningkatkan minat belajar peserta didik.