Skripsi
Analisis kapasitas produksi pada departemen roliing mill 3 dengan metode rough cut capacity planning (studi kasus PT. Hanil Jaya Steel) / Alda Kurnia Ozalivia
Abstrak
PT. Hanil Jaya Steel merupakan perusahaan yang memproduksi besi baja dengan beberapa macam jenis dan ukuran. Sistem perencanaan produksi di PT. Hanil Jaya Steel based on make to order sehingga belum ada peramalan untuk memprediksi pemenuhan pasar. Selain itu perusahaan juga belum menghitung perbandingan kapasitas yang tersedia dengan kapasitas yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun perencanaan kapasitas produksi pada Departemen Rolling Mill 3 yang fleksibel. Berdasarkan hal tersebut dilakukan analisis menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) untuk menguji kelayakan kapasitas yang disusun. RCCP merupakan proses analisis ketersediaan kapasitas produksi untuk memenuhi MPS yang telah ditetapkan. Metode RCCP dapat menunjukkan perbandingan antara kapasitas aktual yang tersedia dengan kapasitas yang dibutuhkan sehingga perusahaan mampu membuat perencanaan kapasitas produksi yang tepat untuk memenuhi permintaan konsumen. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan studi dokumentasi menggunakan data historis pada periode Januari 2018 ndash Desember 2020 yang terdiri dari data produksi data demand data pengamatan pengukuran data jam kerja produksi dan data jumlah hari kerja. Pada pengolahan data dilakukan perhitungan yang dimulai dari perhitungan peramalan pembuatan Master Production Scheduling dan analisis untuk menentukan kapasitas produksi menggunakan Rough Cut Capacity Planning. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan yang direncanakan oleh perusahaan sudah layak untuk dilaksanakan dalam memenuhi seluruh permintaan konsumen. Kapasitas tersedia perusahaan sudah memenuhi kapasitas dibutuhkan sehingga tidak diperlukan adanya penambahan mesin produksi jumlah karyawan atau overtime karena manajemen produksi sudah cukup efektif dan mampu memenuhi permintaan dengan baik. Didapatkan hasil untuk kapasitas tersedia waktu produksi untuk seluruh produk yaitu reheating furnace sebesar 5684 jam roughing mill 18626 jam cooling bed 18787 jam pada handling dan bending sebesar 6189 jam sedangkan kapasitas waktu produksi yang dibutuhkan pada masing-masing produk Sirip maupun Polos dari setiap mesin produk Sirip memiliki total waktu dibutuhkan selama 1 tahun pada reheating furnace sebesar 2450 jam roughing mill 8900 jam cooling bed 7329 jam pada handling dan bending sebesar 2618 jam. Sedangkan produk Polos memiliki jumlah waktu dibutuhkan sebesar 915 jam pada reheating furnace 1639 pada roughing mill 1350 jam pada cooling bed 482 jam pada handling dan bending. Rekomendasi yang dapat diberikan pada perusahaan adalah perusahaan perlu menambah rencana produksi dan mencari pemesan baru untuk memaksimalkan kapasitas permintaan agar meminimalkan kapasitas menganggur namun tetap tidak terjadi over supply.