Tesis
Analisis kebutuhan tenaga kerja lulusan SMK teknik pemesinan pada industri manufaktur (multikasus industri mitra SMK coe) / Achmad Romadin
Abstrak
Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lulusan yang dicetak untuk memiliki kemampuan bekerja pada bidang pekerjaan. Permasalahan yang dihadapi pada saat ini adalah kurang relevan dan sesuainya kompetensi pada lulusan SMK di industri manufaktur. Dengan hal ini maka perlunya tindakan mereorientasi kembali dan menganalisis kompetensi yang dibutuhkan pada industri manufaktur. Tujuan dan harapan penelitian ini berfokus pada (1) analisis kebutuhan tenaga dengan jabatan Operator di industri manufaktur (2) analisis kebutuhan tenaga kerja dengan jabatan Teknisi di industri manufaktur dan (3) analisis kebutuhan tenaga kerja dengan jabatan Operator CNC di industri manufaktur. Pendekatan kualitatif dengan jenis multycase studies dipilih sebagai metode penelitian. Sumber data diambil dari informan yang memiliki pengaruh besar atas fokusan yang diambil. Prosedur pengumpulan data pada penelitian menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Selanjutnya pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi. Paparan data dilakukan dua kali paparan data tunggal dan multikasus yang selanjutnya digunakan untuk menemukan proposisi penelitian. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan terkait fokus pertama jabatan Operator pada PT. Insastama Kediri PT. PAL Indonesia Surabaya dan PT. Arthawena Sakti Gemilang Malang mengenai pekerjaan diawali kegiatan briefing. Selanjutnya melakukan 1) mengeset mesin produksi dan bahan baku produksi (2) melakukan pengoperasian mesin produksi (3) melakukan prosedur mutu produksi massal dan (4) melakukan perawatan mesin produksi. Kemudian mengenai kompetensi yang dibutuhkan pada jabatan Operator meliputi (1) kompetensi K3 (2) kompetensi alat ukur (3) kompetensi gambar teknik (4) kompetensi pemesinan umum dan (5) syarat khusus pada jabatan Operator Produksi. Jenjang karier yang didapatkan pada jabatan Operator produksi (1) Jabatan Operator produksi lulusan SMK menempati urutan paling bawah (2) terdapat grade kompetensi dan (3) kenaikan grade berdasarkan kompetensi atau penguasaaan. Insentif yang didapatkan meliputi (1) grade pada jenjang karier dan (2) insentif hari raya. Standar gaji yang didapatkan menyesuaikan UMK daerah. Pada fokus penelitian yang kedua jabatan Teknisi pada Industri manufaktur. Secara pekerjaan Teknisi pada PT. Insastama Kediri PT. PAL Indonesia Surabaya dan PT. Arthawena Sakti Gemilang Malang diawali dengan kegiatan briefing selanjutnya scope pekerjaan meliputi (1) pengecekan mesin produksi (2) mengkoordinir dan pengawasan Operator Produksi (3) perbaikan dan perawatan mesin dan (4) pembuatan sparepart mesin produksi. Secara kompetensi yang dibutuhkan pada jabatan Teknisi meliputi (1) kompetensi alat ukur (2) kompetensi pemesinan umum (3) kompetensi gambar teknik dan (4) syarat khusus (sikap pengalaman kerja lulusan SMK Teknik Pemesinan). Insentif yang didapatkan jabatan Teknisi (1) insentif didapatkan berdasarkan grade dan (2) insentif hari raya. Gaji pada jabatan Teknisi menyesuaikan UMK daerah tempat industri berada. Fokus penelitian yang ketiga pada jabatan Operator CNC Secara pekerjaan Operator CNC pada PT. Insastama Kediri PT. PAL Indonesia Surabaya dan PT. Arthawena Sakti Gemilang Malang diawali dengan kegiatan briefing. Kemudian melakukan pekerjaan (1) mengeset mesin CNC (2) pembuatan program secara manual dan aplikasi CAM dan (3) pengoperasian dan pengawasan mesin CNC menggunakan system control siment. Kompetensi pekerjaan mengeset Mesin CNC meliputi (1) mengeset Mesin CNC dengan cara menyalakan mesin (2) memasukan zero point mesin (3) memasukan zero point benda kerja sebagai acuan titik mulai pengerjaan dan (4) setting pahat pada posisi nol. Pekerjaan pemograman mesin CNC meliputi (1) pengunaan G code dan (2) pembuatan program manual dan aplikasi CAM. Jenjang karier yang didapatkan pada jabatan Operator CNC meliputi (1) jenjang Operator CNC lulusan SMK menempati urutan diatas lebih tinggi dari Operator Produksi (2) terdapat grade dan (3) kenaikan grade berdasarkan kompetensi. Insentif yang didapatkan yakni (1) menyesuaikan jenjang karier yang mengacu pada rapor kompetensi dan (2) insentif hari raya. Rentan gaji yang didapatkan oleh Operator CNC menyesuaikan UMK daerah. Saran yang diberikan pada hasil penelitian (1) bagi Industri Mitra SMK COE diharapkan dapat digunakan bahan masukan dan pertimbangan dalam menganalisis pekerjaan dan kompetensi tenaga kerja dengan jabatan Operator Produksi Teknisi dan Operator CNC (2) bagi Lembaga Pendidikan Vokasi (formal maupun non formal) diharapkan mampu menyelenggarakan dan mefasilitasi peserta didik dengan kebutuhan kompetensi yang ada di industri manufaktur dengan tujuan tercapainya kompetensi yang diharapkan oleh industri manufaktur (3) bagi Siswa SMK COE diharapakan mampu menerapkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur dengan tujuan untuk pembiasaan sebelum memasuki tenaga kerja Industri Manufaktur (4) bagi Dinas Pendidikan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan mengambil kebijakan dalam pengembangan kompetensi yang ada pada Lembaga Sertifikasi Pekerja (LSP) Indonesia (5) bagi Pencari Kerja diharapkan mempersiapkan dan mempelajari beberapa kompetensi yang dibutuhkan oleh industri manufaktur guna sebagai acuan dalam memasuki dunia industri manufaktur dan (6) bagi Peneliti selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat dijadikan referensi kajian dan perbandingan antara industri manufaktur pada daerah Provinsi Jawatimur dan Provinsi lainya