Skripsi
Analisis pengendalian kualitas pada produksi gula kristal putih menggunakan metode six sigma dan konsep kaizen (studi kasus : PT.Kebon Agung) / Mochammad Ravellino Anjar Romadhona
Abstrak
PT. Kebon Agung merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri gula pasir. Produk utama yang dihasilkan oleh PT. Kebon Agung berupa kristal gula putih A1. Proses produksi dilakukan melalui lima stasiun kerja yaitu stasiun giling stasiun pemurnian stasiun penguapan stasiun masakan dan stasiun puteran. Setiap stasiun memegang peran penting dalam menentukan hasil produk jadi dimana kesalahan penanganan bahan baku dapat menyebabkan cacat produk. Cacat produk dalam kasus ini berupa cacat warna cacat ukuran bulir dan gula basah. Terjadinya cacat produk ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan proses dalam memenuhi standar produksi dan menunjukkan perlunya tindakan pengendalian kualitas untuk menangani faktor terjadinya cacat tersebut. Penelitian ini dilakukan pada periode produksi bulan Agustus 2020 hingga Januari 2021 dengan menggunakan metode six sigma. Proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode data primer berupa data observasi dengan inspeksi sebesar 750kg per hari dan data sekunder berupa data catatan packer. Data sendiri akan diolah pada tahap Measure metode Six sigma yang akan dilakukan dengan data sekunder untuk mengukur kapabilitas proses dengan pengolahan melalui perhitungan nilai final-yield DPU serta nilai sigma dan DPMO dalam proses six sigma. Sedangkan data primer akan digunakan sebagai perhitungan kapabilitas proses melalui OC curve. Untuk tahap analyze pemecahan akar permasalahan terjadinya cacat dalam produksi akan dikerjakan dengan implementasi fishbone diagram dan FMEA. Sedangkan untuk proses improve salah satu alat kaizen akan digunakan yaitu 5M Checklist sebagai rekomendasi perbaikan produksi untuk menangani terjadinya produk cacat dalam produksi. Berdasarkan hasil penelitian proses produksi PT. Kebon Agung memiliki nilai final yield sebesar 98 34 % dengan taraf penerimaan lot produksi sebesar 98 51 % dan nilai sigma sebesar 3 62. Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem produksi PT. Kebon Agung memenuhi standar produksi yang ditetapkan. Dari tahapan Analyze metode six sigma ada empat faktor dominan penyebab terjadinya cacat pada produksi yaitu kelalaian pembersihan mesin kurang teliti kelalaian setting mesin dan tingkat kebersihan lingkungan. Menurut identifikasi 5M checklist pada proses improve usulan berupa pemberian catatan pembersihan penyaluran informasi melalui kanban rotasi shift kerja inspeksi kesehatan dan inspeksi kebersihan stasiun kerja dengan penetapan standar kebersihan dapat digunakan untuk menangani masalah terjadinya produk cacat.