Tesis
Identifikasi dan uji aktivitas senyawa flavonoid dari buah srikaya (annona squamosa) sebagai inhibitor xantin oksidase secara in vitro dan in silico / Yunita
Abstrak
Gout atau penumpukan asam urat masih menjadi masalah baik secara nasional maupun global karena jumlah penderitanya terus meningkat. Obat komersial yang sering digunakan saat ini adalah allopurinol yang bekerja dengan menghambat enzim pensintesis asam urat yaitu xantin oksidase. Akan tetapi penggunaan allopurinol dalam waktu yang relatif lama dapat menimbulkan berbagai effek samping yang tidak dikehendaki. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa ekstrak etanol buah srikaya yang kaya akan flavonoid mampu menghambat enzim xantin oksidase namun jenis senyawa aktifnya masih belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas inhibisi ekstrak etanol termurnikan buah srikaya terhadap xantin oksidase mengidentifikasi senyawa flavonoid yang dikandungnya dengan LC-MS/MS dan memprediksi interaksi antara senyawa flavonoid hasil identifikasi dengan enzim xantin oksidase secara in silico relative terhadap allopurinol. Penelitian ini penelitian eksplorasi laboratoris dan menggunakan srikaya jenis lokal sebagai sampel dan dilakukan dalam beberapa tahapan meliputi 1). penyiapan serbuk buah srikaya 2). ekstraksi menggunakan etanol dan evaporasi serta pemurnian dengan partisi menggunakan pelarut n-heksana dan khloroform 3) Uji fitokimia flavonoid analisis TPC dan TFC 4). uji aktivitas inhibisi terhadap xantin oksidase secara in vitro 5). Penentuan struktur senyawa flavonoid 6). Analisis secara in silico dilakukan untuk mempelajari interaksi antara senyawa flavonoid dengan xantin oksidase dengan Teknik molecular docking menggunakan software PyMOL PyRx 0 8 Hex 8.0 dan Discovery Studio dan struktur 3D yang digunakan diperoleh dari proses kristalisasi bovine xantin oxidoreduktase yaitu 3NVY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 800 00 gram daging buah srikaya dapat diperoleh 106 428 g ekstrak etanol kental dan nilai rendemen 13 30%. Hasil pemurnian dengan teknik partisi menggunakan n-heksana dan kloroform menghasilkan ekstrak etanol termurnikan yang positip mengandung flavonoid dengan nilai TPC sebesar 16.11 plusmn 0.72 (mg GAE/g) dan nilai TFC sebesar 36.79 plusmn 2.96 (mg QE/g) dan dalam volume 0 01 mL memiliki daya inhibisi terhadap enzim xantin oksidase sebesar 75 17% dibandingkan dengan 1 mL allopurinol 100 ppm maka jika volume disamakan diasumsikan aktivitas inhibisinya bisa puluhan kali lipat lebih tinggi dari allopurinol. Hasil analisis LC-MS/MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa flavonoid yang terkandung dalam ekstrak etanol termurnikan adalah 3 rsquo 4 rsquo -dimethoxy-7-hydroxy-8-methylisoflavan. Analisis in silico menunjukkan bahwa interaksi 3 rsquo 4 rsquo -dimethoxy-7-hydroxy-8-methylisoflavan dengan xantin oksidase menunjukkan posisi pengikatan yang berbeda dengan allopurinol tetapi menghasilkan binding affinity yang lebih besar (-571 28 kj/mol) dibandingkan binding affinity allopurinol sebesar (-20 29 kj/mol) terhadap enzim yang sama.