Skripsi
Resiliensi danyang telaga rambut monte studi historis terhadap kelestarian ikan sengkaring tahun 1991-2021 / Mellina Nur Hafida
Abstrak
Danyang Telaga Rambut Monte dipercaya sebagai roh halus yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Desa Krisik Kabupaten Blitar. Kepercayaan danyang dikaitkan dengan beberapa folklor berkembang dalam masyarakat. Folklor tersebut tervisualisasi menjadi suatu sistem kepercayaan yang melahirkan adat istiadat. Kepercayaan folklor tersebut dibuktikan dengan adanya ikan sengkaring yang masih tetap lestari ditelaga Rambut Monte. Berbanding terbalik dengan keberadaan ikan sengkaring didaerah lain yang hampir mengalami kepunahan. Kontruksi nilai yang dibangun perlu digali melalui metode sejarah guna dijadikan dasar untuk mengetahui indikator kelestarian ikan sengkaring Telaga Rambut Monte secara berkelanjutan karena ada perbedaan seiring perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini Mengkaji dampak folklor secara historis terhadap resiliensi danyang pada tahun 1991 hingga 2021. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat pokok tahapan yaitu heuristik kritik interpretasi dan historiografi. Pendekatan empirik melalui studi historiografi mampu menguraikan pandangan yang didasarkan waktu dan jenis historiografi tradisional dan modern. Analisis dilakukan dengan melakukan studi komparatif folklor yang berkembang didaerah lain dan interaksionisme simbolik untuk mengungkap implikasi yang muncul dalam ritual danyangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 folklor danyang yang dapat dibuktikan melalui candi kecil Telaga Rambut Monte dan Pohon Genitri dampak folklor mengalami perubahan mulai tahun 1991 sampai dengan 2021 karena mengalami perubahan pelaksanaan tradisi. Resilensi kepercayaan folklor danyang sebagai sastra lisan di Telaga Rambut Monte membuktikan sastra lisan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kearifan lokal dan pengendali norma sosial sehingga membentuk kelestarian ekologi.