Skripsi
Gaya bahasa dalam karangan teks pidato persuasif siswa generasi z / Risma Septyana Sari
Abstrak
RINGKASAN Sari Risma Septyana. 2021. Gaya Bahasa dalam Karangan Teks Pidato Persuasif Siswa Generasi Z. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto M.Pd. (II) Dewi Ariani S.S. S.Pd M.Pd. Kata Kunci Gaya bahasa pidato persuasif siswa generasi Z Gaya bahasa merupakan ciri khas yang digunakan penulis untuk menyampaikan makna pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa dalam karangan teks pidato persuasif siswa generasi Z. Gaya bahasa dalam karangan teks pidato persuasif siswa generasi Z mencakup ragam gaya bahasa penegasan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna dan gaya bahasa berdasarkan pilihan kata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian analisis teks. Data dalam penelitian ini adalah data verbal berupa kata atau kalimat yang mengandung gaya bahasa pada teks pidato persuasif dalam karya siswa kelas IX SMP 21 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitiaan ini adalah studi dokumen. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan melalui 3 tahap yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini dipaparkan dalam tiga fokus penting yakni (1) ragam gaya bahasa penegasan (2) gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna (3) gaya bahasa berdasarkan pilihan kata. Pertama ditemukan 10 ragam gaya bahasa penegasan dalam karangan teks pidato persuasif siswa generasi Z. Ragam gaya bahasa penegasan yang dominan digunakan oleh siswa adalah gaya bahasa retoris dan ekslamasio yaitu ditemukan sebanyak 14 data. Gaya bahasa retoris banyak digunakan oleh siswa dalam menulis teks pidato persuasif karena dalam teks pidato tersebut siswa menuliskan pertanyaan yang berhubungan dengan topik pidato agar teks pidato tersebut tidak menunjukkan situasi yang formal terus namun mendapatkan situasi yang sedikit lebih santai. Gaya bahasa ekslamasio juga banyak digunakan oleh siswa dalam pidato persuasif karena pidato persuasif adalah teks pidato yang sifatnya mengajak/seruan sehingga banyak siswa yang menuliskan kata-kata seru dalam teks pidato tersebut. Kedua gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna yang terdiri dari gaya bahasa retoris dan kiasan ditemukan 8 gaya bahasa bahasa dalam karangan teks pidato persuasif siswa generasi Z. Gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna yang dominan digunakan oleh siswa adalah gaya bahasa erotesis ditemukan sebanyak 14 data. Gaya bahasa erotesis banyak digunakan oleh siswa dalam menulis teks pidato persuasif karena dalam teks pidato tersebut siswa menuliskan pertanyaan yang berhubungan dengan topik pidato agar teks pidato tersebut tidak menunjukkan situasi yang formal terus namun mendapatkan situasi yang sedikit lebih santai. Ketiga gaya bahasa berdasarkan pilihan kata terdapat gaya bahasa tak resmi ditemukan sebanyak 10 data dalam karang teks pidato persuasif siswa generasi Z karena dalam karangan teks pidato siswa ditemukan kosa kata baru. Kosakata baru yang digunakan oleh siswa tersebut adalah kata yang banyak ditemukan di media sosial. Hal tersebut disebabkan karena siswa generasi Z dalam kesehariannya selalu menggunakan media sosial seperti Instagram Twitter Line Facebook dan lainnya sehingga siswa mendapatkan kosakata-kosakata baru. Saran penelitian ini ditujukan kepada guru Bahasa Indonesia untuk lebih memperkenalkan gaya bahasa kepada siswa dan lebih memperhatikan terhadap karangan yang dibuat siswa tersebut merupakan karangan asli yang dibuat oleh siswa atau hanya menyalin dari internet. Bagi siswa disarankan agar lebih mengenal gaya bahasa dengan cara memperluas pengetahuan mengenai gaya bahasa dan diharapkan untuk lebih percaya diri dengan tulisan yang dikarangnya. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk lebih memperkenalkan gaya bahasa dalam ketrampilan menulis agar siswa mampu menulis teks dengan baik karena siswa masih kurang bervariasi dalam menggunakan kata-kata pada tulisannya.