Skripsi
Strategi sekolah inklusi dalam mengembangkan kemandirian pada siswa slow learner di SMPN 10 Kota Probolinggo / Rafika Ayu Masruroh
Abstrak
Pendidikan nasional memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi yang dimiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Salah satu jenis ABK adalah siswa slow learner yang mengalami masalah pada kemandirian. Dalam mengembangkan kemandirian pada siswa slow learner keberhasilan penyelenggaran bergantung bagaimana sekolah mempersiapkan penyelenggaraan pendidikan inklusi kesiapan ini dapat diketahui melalui strategi-strategi sekolah dalam mengembangkan kemandirian pada siswa slow learner. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) strategi sekolah inklusi (2) faktor pendukung dan faktor penghambat (3) evaluasi program sekolah inklusi dalam mengembangkan kemandirian pada siswa slow learner. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dilaksanakan di SMPN 10 Probolinggo dengan sumber informasi penelitian adalah kepala sekolah koordinator inklusi GPK dan guru mata pelajaran yang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan terdiri dari pedoman observasi wawancaran dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi sekolah inklusi dalam mengembangkan kemandirian pada siswa slow learner mengalami tiga tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan strategi mengembangkan kemandirian ditekankan pada latihan menulis keterampilan dan kegiatan bersama. Faktor yang mendukung program yaitu komite sekolah dan orang tua. Hambatan yang dialami yaitu (1) tidak sejalannya pemikiran beberapa guru (2) terkait dengan fasilitas dan (3) minimnya pelatihan untuk guru. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu strategi sekolah inklusi dalam mengembangkan kemandirian pada siswa slow learner di SMPN 10 Kota Probolinggo dilaksanakan melalui beberapa kegiatan bersama latihan motoric halus dan keterampilan. Strategi guru mata pelajaran dengan membuat kelompok dan dilaksanakan diskusi yang dapat meningkatkan interaksi sosial kepercayaan diri dan kemandirian pada siswa khususnya siswa slow learner. Terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan strategi tersebut namun guru mengupayakan solusi dari setiap hambatan. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah (1) lembaga dan pemerintah rutin memberikan pelatihan untuk guru-guru (2) kepala sekolah hendaknya melibatkan guru ahli dalam pendidikan inklusi (3) guru hendaknya diharapkan dapat menyusun RPP. Pemberian materi dan tugas serta metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus (4) peneliti lain hendaknya memperluas kajian penelitian dengan fokus permasalahan yang berbeda.