Tesis
Pengembangan e-module adiwiyata berbasis reading-mind mapping cooperative integrated reading and composition (remap circ) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif keterampilan adaptasi dan literasi lingkungan siswa kelas x semester 1 di SMAN 2 Malang / Yayang Setya Wardhani
Abstrak
Pembelajaran tentang pelestarian lingkungan semakin sulit dilakukan dan dipantau saat di masa pandemi. Meski begitu ada berbagai cara untuk tetap mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah yang termasuk dalam literasi lingkungan dan Adiwiyata melalui bahan ajar. SMAN 2 Malang membutuhkan pengembangan e-module Adiwiyata yang sesuai untuk kebermanfaatan lingkungan sekolah yang mendukung pembelajaran Adiwiyata dengan e-module. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan keterampilan berpikir kreatif dan adaptasi masih rendah sedangkan literasi lingkungan kategori sedang. Dalam penerapan module terdapat beberapa siswa yang belum memahami setelah membaca materi module serta kurangnya pelatihan keterampilan adaptasi dan keterampilan berpikir kreatif dalam module. Dibutuhkan cara untuk mengatasi dan membantu permasalahan ini agar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi baru tersebut salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat peta pikiran atau mind map permasalahan diatas menjadikan acuan dari inovasi pengembangan e-module Adiwiyata berbasis Remap CIRC ini. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan e-module Adiwiyata berbasis Reading-Mind mapping Cooperative Integrated Reading and Composition (Remap CIRC) yang valid praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif keterampilan adaptasi dan literasi lingkungan siswa kelas X semester 1 di SMAN 2 Malang. Langkah pembelajaran dalam Remap CIRC antara lain membaca materi e-module/ reading dilanjutkan pembuatan mind map atau mind mapping pengelompokan peserta didik membaca artikel/ bacaan lain diskusi menuliskan hasil diskusi dan pemberian hadiah. Jenis penelitian termasuk penelitian dan pengembangan (research and development) dengan menggunakan model pengembangan Lee dan Owens tahun 2004 yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis (Analisis) Design (perancangan) Development (pengembangan) Implementation (implementasi) dan Evaluation (evaluasi). Tahap analysis yang dilakukan adalah menganalisis kebutuhan bahan ajar siswa terhadap e-module Adiwiyata kontekstual yang dikembangkan. Tahap perancangan dimana menentukan desain pengembangan seperti menyusun garis besar isi e-module mendesain isi kegiatan belajar dan menyusun instrumen penilaian produk e-module. Tahap develop yaitu menyusun menyunting draft e-module untuk menghasilkan produk e-module dalam bentuk aplikasi berbasis web e-pub selanjutnya melakukan validasi e-module kepada ahli media dan ahli pembelajaran. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi untuk ahli materi media bahan ajar serta angket respons uji coba. Uji coba dibagi empat tahap yakni uji coba perorangan (One-to-one trial) uji coba kelompok kecil (small group trial) uji coba lapangan (Field Trial) serta conduct pilot test. Pelaksanaan analisis sampai validasi dan uji coba dilakukan selama bulan Mei-Oktober 2021. Subjek uji coba yakni siswa kelas XI IPA yang telah menempuh mata pelajaran Biologi Adiwiyata. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif berdasarkan komentar dan saran para validator juga saran subjek uji coba serta analisis deskriptif kuantitatif dari nilai hasil validasi dan respons dalam persentase. E-module Adiwiyata berbasis Remap CIRC untuk kelas X semeter 1 dengan kriteria valid praktis dan layak digunakan sebagai bahan ajar dengan hasil validasi ahli media bahan ajar ahli materi dan praktisi pendidikan Biologi secara berurutan 94% 100% dan 100%. Hasil tersebut diperoleh setelah dilakukan sesuai revisi dan dilanjutkan uji coba dengan hasil uji coba perorangan kelompok kecil dan lapangan secara berurutan yakni 98% 94% dan 96%. Hasil persentase rerata uji kepraktisan e-module setelah implementasi sebesar 86% yang termasuk dalam kriteria sangat praktis. Rerata keseluruhan untuk keterlaksanaan sintaks sebesar 89% yang termasuk kategori sangat baik dan efektif terlaksana. Soal literasi lingkungan dan tes keterampilan berpikir kreatif telah valid dan reliabel sesuai uji validitas dan reliabilitas. Keterampilan penanda untuk mencipta atau untuk mewujudkan berinvestasi dengan bentuk baru menghasilkan melalui keterampilan imajinatif membuat atau mewujudkan sesuatu yang baru disebut keterampilan berpikir kreatif. Berdasarkan hasil keefektifan dengan pretest dan postest keterampilan berpikir kreatif mendapatkan perhitungan n-gain score sebesar 0 70 yang mengindikasikan bahwa keefektifan keterampilan berpikir kreatif siswa masih tergolong sedang dengan rincian n gain score setiap indikator rasa ingin tahu (curiosity) sebesar 0 83 termasuk keefektifan tinggi kelancaran /fluency sebesar 0 87 termasuk keefektifan tinggi keaslian / originality sebesar 0 76 termasuk keefektifan tinggi elaborasi /elaboration sebesar 0 65 termasuk keefektifan sedang keluwesan/flexibility sebesar 0 45 termasuk keefektifan sedang berbeda /divergent sebesar 0 68 termasuk keefektifan sedang pengambilan risiko/ risk taking sebesar 0 58 termasuk keefektifan sedang hubungan dengan yang lain/with others sebesar 0 77 termasuk keefektifan tinggi. Rerata untuk seluruh materi yang menerapkan mind mapping mendapat nilai 89 yang termasuk dalam kategori B untuk Penilaian Acuan Patokan (PAP) SMAN 2 Malang. Rerata skor keseluruhan aspek mind mapping mendapat skor 3 5 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Keterampilan terkait untuk dapat beradaptasi dengan perubahan fleksibel dalam belajar dan bekerja dalam kelompok disebut keterampilan adaptasi. Hasil keefektifan keterampilan adaptasi dengan menggunakan perhitungan n-gain score didapatkan data dari nilai pretest dan posttest sebesar 0 31 yang mengindikasikan bahwa keefektifan keterampilan adaptasi siswa masih tergolong sedang. Berdasarkan hasil analisis keterampilan adaptasi dengan menggunakan perhitungan n-gain score setiap indikator pada indikator fleksibilitas didapatkan n-gain score yang didapatkan sebesar 0 47 yang mengindikasikan bahwa peningkatan siswa masih tergolong sedang pada indikator penyesuaian diri pada perubahan didapatkan n-gain score yang didapatkan sebesar 0 12 yang mengindikasikan bahwa peningkatan siswa masih tergolong rendah pada indikator penyesuaian diri pada perubahan didapatkan data n-gain score yang didapatkan sebesar 0 31 yang mengindikasikan bahwa peningkatan siswa masih tergolong sedang. Keterampilan adaptasi sesuai hasil observasi setelah menggunakan e-module Adiwiyata mendapatkan rerata akhir 3 4 yang tergolong dalam kategori terlatih. Kemampuan yang dimiliki individu dalam memahami juga menafsirkan suatu kondisi lingkungan dan dari hasil pemahaman serta penafsiran tersebut individu yang bersangkutan mampu memutuskan tindakan yang tepat dalam upaya mempertahankan memulihkan maupun meningkatkan kondisi lingkungan disebut literasi lingkungan. Berdasarkan hasil analisis keefektifan literasi lingkungan menggunakan n gain score didapatkan n gain score 0 34 yang menjelaskan bahwa keefektifan literasi lingkungan siswa masih tergolong dalam kategori sedang dengan setiap indikator untuk indikator pengetahuan lingkungan n gain score diperoleh 0 27 artinya peningkatan pengetahuan lingkungan siswa masih tergolong dalam kategori rendah. Pada indikator keterampilan kognitif n gain score diperoleh 0 33 yang artinya peningkatan keteampilan kognitif siswa masih tergolong dalam kategori sedang. Pada indikator sikap lingkungan n gain score diperoleh 0 42 artinya peningkatan sikap lingkungan siswa masih tergolong dalam kategori sedang. Pada indikator perilaku lingkungan mendapat rerata nilai pretest sebesar 80 dan rerata nilai postest sebesar 87 sehingga n gain score diperoleh 0 34 artinya peningkatan perilaku lingkungan siswa masih tergolong dalam kategori sedang. Kesimpulan E-module Adiwiyata Berbasis Reading-Mind mapping Cooperative Integrated Reading and Composition (Remap CIRC) yang dikembangkan telah memenuhi syarat kevalidan praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif keterampilan adaptasi dan literasi lingkungan siswa.