Skripsi
Implementasi gerakan literasi sekolah pada siswa dengan hambatan tunarungu dan tunagrahita ringan di SMA Luar Biasa Yayasan Putra Pancasila Malang / Anastasia Dita Arum Saifudin
Abstrak
Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat. Gerakan literasi sekolah (GLS) yang diterapkan pada jenjang Sekolah Menengah Akhir Luar Biasa (SMALB) lebih berfokus pada pengembangan keterampilan berbahasa yang meliputi keterampilan menyimak berbicara membaca dan menulis. Penerapan gerakan literasi sekolah disesuaikan dengan hambatan yang dialami oleh peserta didik. Penelitian ini berkaitan dengan implementasi GLS pada siswa dengan hambatan tunarungu dan tunagrahita ringan di SMA Luar Biasa Yayasan Putra Pancasila Malang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi gerakan literasi sekolah pada siswa dengan hambatan tunarungu dan tunagrahita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini didapat melalui wawancara terhadap guru dan murid serta data pendukung yang didapatkan dari observasi peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi GLS pada siswa dengan hambatan tunarungu dan tunagrahita ringan di SMALB Yayasan Putra Pancasila Malang dilaksanakan sesuai dengan Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Luar Biasa yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pelaksanakan Gerakan Literasi Sekolah di SMALB Yayasan Putra Pancasila memiliki tiga tahapan yaitu tahap intepretasi tahap pengorganisasian dan tahapan aplikasi. Tahap pembiasan membaca dilakukan dengan melaksanakan kegiatan 30 menit membaca. Dalam pelaksanaannya didukung oleh sarana dan aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan hambatan masing-masing peserta didik.