Skripsi
Analisis pemeliharaan bangunan gedung pada 12 sekolah dasar di Kabupaten Malang / Dikna Dewanti
Abstrak
Perkembangan dalam dunia konstruksi saat ini sangat pesat banyak dibangun gedung baru di lingkungan perkotaan khususnya di daerah dengan pertumbuhan penduduk yang pesat. Bangunan gedung adalah prasarana yang memiliki fungsi tertentu bagi pengguna bangunan dalam melaksanakan aktivitasnya. Bangunan gedung sekolah merupakan salah satu bangunan yang memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas penggunanya. Sebagai bangunan yang memiliki peran penting untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar maka bangunan sekolah harus menjaga agar kondisi sekolah selalu dalam keadaan baik dengan langkah-langkah pemeliharaan sesuai peraturan yang berlaku. Pemeliharaan yang dilakukan tidak sesuai dengan peraturan yang ada dapat berdampak negatif pada kegiatan pengguna bangunan dan kualitas bangunannya. Berdasarkan pengamatan di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Malang pada Januari 2020 oleh peneliti terdapat beberapa kerusakan akibat kurangnya pemeliharaan yaitu retak rambut pada beberapa bagian dinding ruang kelas dan mengelupasnya cat pada dinding bagian luar gedung Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemeliharaan komponen arsitektur struktur mekanikal elektrikal dan tata graha pada 12 sekolah dasar di Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan acuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2008 tentang Perawatan dan Pemeliharaan Bangunan Gedung. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden yang merupakan perwakilan guru pada 12 sekolah dasar di Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini yaitu Komponen arsitektur pemeliharaan bangunan memiliki persentase sebesar 58 33% dimana nilai tersebut berarti pelaksanaan pemeliharaan berjalan kurang baik . Komponen struktur pemeliharaan bangunan persentase sebesar 52 50% dimana nilai tersebut berarti pelaksanaan pemeliharaan berjalan kurang baik. Komponen mekanikal pemeliharaan bangunan memiliki nilai persentase sebesar 82 22% dimana nilai tersebut berarti pelaksanaan pemeliharaan berjalan dengan baik. Komponen elektrikal pemeliharaan bangunan memiliki nilai persentase sebesar 77 78% dimana nilai tersebut berarti pelaksanaan pemeliharaan berjalan dengan baik. Komponen tata graha pemeliharaan bangunan memiliki nilai persentase sebesar 79 58% dimana nilai tersebut berarti pelaksanaan pemeliharaan berjalan dengan baik.