Tesis
Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis outdoor study terhadap kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS SMAN 1 mawasangka timur pada materi pemanfaatan sumber daya alam / Hamrin
Abstrak
Upaya menciptakan iklim belajar dan kegiatan pembelajaran yang bersifat interaktif merupakan sasaran pendidikan saat ini. Pembelajaran interaktif membuat anak didik mampu secara aktif mengembangkan kemampuan atau potensi dirinya demi memperoleh hasil belajar yang optimal. Berangkat dari kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar geografi siswa yang belum optimal dan dengan penerapan model atau metode oleh guru yang kurang variatif maka diperlukan alternatif solusi untuk menjawab permasalahan tersebut salah satunya melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis outdoor study. Penelitian ini bertujuan menguraikan pengaruh inkuiri terbimbing berbasis outdoor study terhadap kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar geografi siswa. Menggunakan desain eksperimen semu yang terdiri dari dua kelas yakni kelas IPS2 (eksperimen) dan IPS1 (kontrol). Subyek penelitian siswa kelas XI IPS SMAN 1 Mawasangka Timur tahun pelajaran 2020/2021. Pemilihan kelas dengan teknik Purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes soal essay dan rubrik penilaian berdasarkan JUKNIS LKTI SMA/MA UM tahun 2019 dan buku pedoman PKM Dirjen Belmawa 2020 yang dimodifikasi. Analisis data menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukan nilai sig. uji MANOVA sebesar 0 000 lt 0 05 untuk kemampuan menulis karya ilmiah geografi dan 0 001 lt 0 05 untuk hasil belajar artinya teradapat pengaruh model inkuiri terbimbing berbasis outdoor study pada kemampuan menyusun karya ilmiah dan hasil belajar geografi siswa. Disarankan kepada tenaga pendidik untuk menerapkan model ini sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar geografi siswa. Kendala utama yang dihadapi peneliti dalam penerapan model ini terdapat pada sintak mengumpulkan data (eksplorasi). Dalam kegiatan eksplorasi tersebut peneliti membutuhkan banyak biaya tenaga waktu termasuk resiko yang perlu diperhatikan seperti kecelakaan atau gangguan fisik yang terjadi di lapangan. Sehingga disarankan kepada tenaga pendidik apabila menggunakan model ini hendaknya dipersiapkan dengan matang. Dalam pelaksanaanya dilapangan setidaknya dibutuhkan 2 sampai 3 asisten tergantung jumlah dari siswa untuk memudahkan dalam mengontrol kegiatan siswa dilapangan menggunakan mobil atau bus sebagai kendaraan menuju lokasi pembelajaran dan tidak diperkenankan menggunakan sepeda motor untuk menghindari resiko kecelakaan termasuk pemilihan lokasi yang lebih dekat sebagai tempat pembelajaran untuk menghemat biaya.