Skripsi
Pengendalian dan perbaikan kualitas pada proses pengelasan beam dengan metode six sigma dan kaizen di pt. cigading habeam centre / Iffat Maulana
Abstrak
Pengendalian dan perbaikan kualitas dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas produk dan mempertahankan kualitas berdasarkan standar perusahaan. Hal ini juga diterapkan pada proses pengelasan baja H-Beam di PT. Cigading Habeam Centre dengan terus memperbaiki kualitas dari produk yang dihasilkan. Berdasarkan observasi dari bulan April hingga Juni 2020 di PT. Cigading Habeam Centre diketahui bahwa tingkat rata-rata cacat pada proses pengelasannya masih cukup sering terjadi. Hal ini dapat diketahui dari hasil analisis yang menunjukkan rata-rata banyaknya jumlah produk cacat pada saat setelah welding. Oleh karena itu penelitian ini berupaya untuk meningkatkan pengendalian kualitas pada produksi baja H-Beam di PT. Cigading Habeam Centre dengan metode six sigma dan berupaya merekomendasikan perbaikan melalui metode kaizen. Dalam penelitian ini digunakan metode six sigma yang berupa DMAIC (Define Measure Analyze Improve Control) yang dilakukan dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada menghitung OC Curve nilai Defect Per Million Opportunity (DPMO) dan level sigma perusahaan menganalisis penyebab kecacatan mempergunakan seven tools dan melakukan upaya perbaikan berkelanjutan dengan alat penerapan kaizen dalam bentuk kaizen five-step plan dan five-m checklist. Data yang dipergunakan diperoleh melalui wawancara observasi serta data yang didapat dari bagian Quality Control di PT. Cigading Habeam Centre berupa data jenis defect produk baik defect minor sedang maupun mayor. Jumlah data yang diamati sebanyak 248 hari dengan periode waktu dari bulan April 2020 hingga April 2021 dan data pengamatan total produksi sebanyak 11.303. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh nilai DPMO (Defect Per Million Opportunity) sebesar 64707 18 yang bisa didefinisikan bahwa dari satu juta peluang akan ada 64707 18 kemungkinan produk yang diperoleh cacat. PT. Cigading Habeam Centre berada pada tingkat 3 06 sigma dengan CTQ (Critical To Quality) yang terbanyak mengakibatkan cacat yaitu jenis cacat pinhole minor dengan jumlah cacat 2193 kemudian jenis cacat pinhole sedang dengan jumlah cacat 899 dan jenis cacat undercut minor dengan jumlah cacat 589. Berdasar hasil analisis sesuai dengan alat-alat penerapan kaizen maka kebijakan utama yang harus dilaksanakan oleh pihak perusahaan yakni menjaga kebersihan alat kerja pengawasan terhadap pekerja supaya kesalahan manusia karena tidak mengikuti aturan standar dapat diminimalisir dan memperhatikan kebersihan lingkungan kerja.