Tesis
Pengembangan media pembelajaran bola besar berbasis blended learning pada siswa mts di kabupaten malang / Muhamad Yusuf Bachtiar
Abstrak
Permainan bola besar sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan 2 tim yang terdiri dari sebelas pemain yang bertujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan dan mencegah lawan untuk mencetak poin. Dalam pembelajaran PJOK biasanya hanya menguasai aspek psikomotor saja akan tetapi kemampuan kognitif sangat kurang diperhatikan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan pada siswa di sekolah MTs kabupaten Malang diperoleh hasil (1) 60% siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran pendidikan jasmani materi bola besar sepakbola di masa pandemi. 66 7% siswa membutuhkan media pembelajaran dalam materi bola besar sepakbola. 80% siswa menganggap bahwa pembelajaran berbasis blended learning bermanfaat jika diterapkan pada proses pembelajaran pendidikan jasmani khususnya materi bola besar sepakbola. 83 4% siswa setuju jika dikembangkan bermacam-macam teknik sepakbola yang dikemas menggunakan bermacam-macam media pembelajaran (blended learning). Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menguji kelayakan produk bahan ajar pembelajaran PJOK materi permainan sepakbola berbasis blended learning yang didalamnya terdapat tiga model pembelajaran yaitu online offline dan tatap muka dan nantinya juga akan melakukan uji efektivitas efisiensi dan kelayakan produk pada siswa di Kabupaten Malang. Metode penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Wasis Dwiyogo yang memiliki 9 langkah yaitu (1) analisis kebutuhan pemecahan masalah (2) identifikasi sumber belajar dan kendala-kendala dalam mengaplikasikan pembelajaran berbasis blended learning (3) identifikasi karakteristik pembelajaran (4) menetapkan tujuan pembelajaran (5) memilih dan menetapkan strategi pembelajaran (6) mengembangkan sumber belajar (7) uji coba (8) revisi dan (9) prototipe pembelajaran berbasis blended learning. Langkah pengembangan tersebut nantinya akan menyimpulkan media pembelajaran yang dikembangkan layak atau tidak layak digunakan oleh siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi MTs di Kabupaten Malang yang memiliki tingkat kegemaran permainan sepakbola berjumlah 45 siswa yang terdiri dari tiga sekolah di Kabupaten Malang. Setelah pengembangan produk selesai dan dinyatakan layak untuk diuji cobakan kepada siswa maka dapat disimpulkan bahwa penelitian dan pengembangan media pembelajaran bola besar sepakbola berbasis blended learning sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran PJOK di sekolah karena memiliki efektifitas efisiensi dan daya tarik sangat baik khususnya pada aspek psikomotor.