Skripsi
Analisis hubungan tingkat pendidikan ibu, antenatal care, paritas, dan paparan asap rokok pada ibu dengan kejadian bblr di wilayah kerja Puskesmas Arjuno Kota Malang / Wakhi Datul Nur Kholifah
Abstrak
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan suatu masalah pada bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. BBLR merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor risiko seperti faktor ibu faktor janin dan faktor lingkungan. Pada tahun 2019 Asia Tenggara berada pada urutan kedua menjadi negara dengan beban BBLR tertinggi di seluruh dunia dengan presentase 12 2%. Menurut pelaporan dari Dinas Kesehatan Kota Malang pada tahun 2018 Puskesmas Arjuno berada pada urutan pertama kejadian BBLR di Kota Malang dengan kasus sebanyak 49 dari 245 kelahiran hidup dan mengalami kenaikan 2 kali lipat dibandingkan ddengan tahun 2017. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan ibu antenatal care paritas dan paparan asap rokok pada ibu dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Arjuno Kota Malang. Subjek dari penelitian ini adalah ibu yang melahirkan bayi lahir hidup selama tahun 2019 dan tercatat di Puskesmas Arjuno Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif analitik observasional dengan desain studi case control. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 93. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara serta menggunakan dokumentasi buku register kohort ibu dan buku KIA. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square (X sup2 ). Hasil analisis bivariat antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian BBLR didapatkan nilai chi square hitung 21 3 (chi square hitung gt X sup2 tabel 8 14). Berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian BBLR. Selanjutnya hasil analisis antara antenatal care dengan kejadian BBLR didapatkan nilai chi square hitung 24 (chi square hitung gt X sup2 tabel 8 14). Sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara antenatal care dengan kejadian BBLR. Hasil analisis paritas dengan kejadian BBLR didapatkan nilai chi square hitung 0 9 (chi square hitung lt X sup2 tabel 8 14). Berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian BBLR. Sedangkan untuk hasil analisis paparan asap rokok pada ibu dengan kejadian BBLR didapatkan nilai chi square hitung 7 (chi square hitung gt X sup2 tabel 8 14). Berarti terdapat hubungan yang signifikan antara paparan asap rokok pada ibu dengan kejadian BBLR.