Skripsi
Pengembangan perangkat pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing untuk materi transformasi kelas xi MA / Firdayanti Febriana
Abstrak
RINGKASAN Febriana Firdayanti. 2020. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dengan Metode Penemuan Terbimbing Untuk Materi Transformasi Kelas XI MA. Skripsi Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetauan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing Slamet Drs. M.Pd. Kata kunci Penemuan Terbimbing Perangkat Pembelajaran Transformasi Banyak faktor yang memegang peran dalam kegiatan belajar mengajar antara lain guru dan peserta didik proses pembelajaran fasilitas pendukung dan lain sebagainya. Untuk mendukung proses pembelajaran berjalan dengan baik guru harus pintar memilih metode pembelajaran yang akan digunakan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah metode penemuan terbimbing. Metode penemuan terbimbing ini melibatkan interaksi antara peserta didik dan guru di mana peserta didik akan mencari suatu kesimpulan dengan bimbingan dari guru. Diharapkan dengan terlibatnya peserta didik secara aktif dalam menemukan suatu konsep maka peserta didik dapat lebih mengingat konsep tersebut dan mampu mengaplikasikannya pada situasi yang lain. Perangkat pembelajaran dalam penelitian ini berisi tentang materi transformasi yang mencakup translasi refleksi rotasi dan dilatasi. Transformasi merupakan salah satu materi yang pernah diajarkan pada saat SMP yang dilanjutkan saat SMA. Namun berdasarkan guru matematika MAN I Malang peserta didik masih mengalami kesulitan untuk memahaminya. Metode penelitian yang digunakan daam penelitian ini mengacu pada model pengembangan Plomp yang terdiri dari 4 fase yaitu (1) fase investigasi awal (2) fase desain (3) fase realisasi (4) fase tes evaluasi dan revisi. Produk yang dihasilkan berupa perangkat pembelajaran yang telah diuji kevalidan kepraktisan dan keefektifannya. Hasil validasi yang didapatkan yaitu nilai 3 7 dengan kriteria valid untuk RPP 3 6 dengan kriteria valid untuk LKS dan 3 6 dengan kriteria valid untuk soal ulangan harian. Sedangkan dari hasil uji kepraktisan didapatkan nilai 3 6 dengan kriteria praktis. Dan untuk hasil keefektifan didapatkan nilai 3 8 dengan kriteria efektif dan sebanyak 82 6% peserta didik mendapatkan nilai di atas KKM.