Tesis
Pengembangan media pembelajaran gopuz pada materi perumusan dan penetapan pancasila sebagai dasar negara kelas vii di SMP Negeri 8 Malang / Lia Nurul Fauziyah
Abstrak
Peserta didik pada jenjang SMP adalah anak pada rentang usia 13-17 tahun. Peserta didik dengan usia 13 sampai 17 tahun disebut dengan remaja awal. Pada masa-masa ini remaja awal biasanya mempunyai mood yang berubah-ubah karena fase ini adalah fase pencarian jati diri. (Sobur 2003 401). Bagi remaja awal kebutuhan terhadap teman sebaya sangat penting karena dapat meningkatkan keakraban yang relatif besar serta gaya bahasa yang sama akan memudahkan dalam bertukar informasi (Simandjutak 1984 19). Hal ini tentunya dapat digunakan oleh guru pada jenjang SMP untuk menjembatani proses pembelajaran yang mana dalam proses pembelajaran sangat diperlukan interaksi edukatif yang dapat menggunakan cara ndash cara pelibatan antar peserta didik dengan berkelompok. Pada tanggal 17 November 2020 peneliti melakukan analisis kebutuhan kepada guru PPKn kelas VII SMP Negeri 8 Malang melalui metode wawancara dan observasi. Berdasarkan analisis kebutuhan peserta didik kesulitan jika proses pembelajaran hanya berbantu media power point dan metode pembelajaran ceramah dalam memahami materi perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara sehingga peserta didik membutuhkan pengembangan media pembelajaran yang dapat meningkatkan daya fikir serta pelaksanaan pembelajaran yang menarik dan menantang. Dengan demikian peneliti mengembangkan media Gopuz untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam meningkatan daya fikir yang diolah secara menarik dan efisien. Upaya untuk meningkatkan daya ingat anak adalah salah satunya melalui media Puzzle . Puzzle adalah konsep permainan yang edukatid yang dapat diterapkan pada anak ndash anak usia dini hingga berumur belasan tahun dengan memperhatikan tingkat kerumitan puzzle dan tingkat berfikir anak (Soebachman 2012 48). Gopuz adalah kepanjangan dari Go Puzzle yang merupakan media pembelajaran puzzle yang yang dapat dimainkan secara individu maupun kelompok. Gopuz dirancang sebagai media pembelajaran yang mampu meningkatkan gairah belajar dan hasil belajar peserta didik dengan konsep pembelajaran menarik dan interaktif. Gopuz dikembangkan untuk membangun sebuah konsep berfikir agar peserta didik mampu mengingat materi pembelajaran PPKn yang bersifat faktual dan konseptual. Pengembangan media Gopuz menggunakan metode pengembangan Borg and Gall dengan tujuan untuk menguji kevalidan kemenarikan keefektifan dan keterterapan media Gopuz. Uji kevalidan dilakukan dengan memvalidasi produk pada ahli materi ahli media ahli RPP dan ahli pembelajaran lapangan. Uji kemenarikan diujikan pada 10 subyek uji coba sebagai kelompok kecil dan uji coba vi kelompok besar dengan 99 peserta didik. Uji keefektifan dilakukan dengan pemberian soal diakhir pembelajaran. Uji keterterapan diujikan dengan pengisian angket respon guru mata pelajaran PPKn. Hasil uji validasi materi pembelajaran menunjukkan bahwa media pembelajaran Gopuz ini sangat valid dengan nilai prosentase 92 78% validasi media pembelajaran menunjukkan hasil 91 42% Validasi RPP mendapatkan hasil 95.63% Uji validasi pembelajaran lapangan dengan skor yang diperoleh 98 21%. Uji kemenarikan dilakukan pada kelompok kecil dengan 10 subjek uji coba.yang diambil secara heterogen dengan hasil uji coba kemenarikan media pembelajaran Gopuz yang memperoleh skor rata-rata 90 36%. Uji coba kelompok besar 93 46%. Hasil uji validitas prosentase hasil belajar peserta didik yang tuntas KMB dengan nilai ( ge 75) berkisar pada rentangan nilai 80 ndash 100%. Uji keterterapan media pembelajaran Gopuz dilakukan oleh seluruh guru PPKn di SMP Negeri 8 Malang dengan mengisi angket respon guru. Subjek penelitian dalam kegiatan ini turut hadir dalam kegiatan pembelajaran sebagai observer dan penilai keberhasilan penerapan media pembelajaran Gopuz. Hasil analisis angket respon guru mendapatkan nilai 96.88%. Dengan uraian data diatas pengembangan media Gopuz telah dikembangkan dan menjadi sebuah produk yang valid menarik efektif dan dapat diterapkan dengan sangat baik saat proses pembelajaran berlangsung.