Skripsi
Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar pada mata pelajaran instalasi motor listrik siswa kelas xi teknik otomasi industri di SMK PGRI 1 Singosari – Kabupaten Malang / Fajar Bayu Pratama
Abstrak
Pendidikan memiliki peranan pentikng dalam menciptakan kehidupan yang cerdas terbuka dan demokratis. Sesuai dengan yang diharapkan pada kurikulum 2013 dimana peserta didik difokuskan untuk berfikir berinteraksi mencoba menemukan konsep baru atau menghasilkan suatu karya mempelajari gagasan-gagasan memecahkan masalah dan menerapkan apa yang dipelajari dengan cepat menyenangkan memberi dukungan dan melibatkan diri. Berdasarkan hasil observasi di SMK PGRI 1 Singosari Teknik Otomasi Industri guru masih mendominasi dalam proses pembelajaran. Guru masih belum sepenuhnya menerapkan proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran yang membuat minat dan prestasi belajar siswa meningkat. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu alternatif model pembelajaran yang memungkinkan dikembangkannya keterampilan berfikir siswa dalam memecahkan masalah. Dalam model pembelajaran ini siswa mempelajari pengetahuan dan keterampilan dengan mengerjakan sesuatu dibawah panduan dan pengajaran seorang ahli sehingga siswa dapat memahami secara langsung dan kemudian dapat mengembangkan pengetahuannya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang dpaat diartikan sebagai proses investigasi terkendali untuk menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Dalam penelitian ini peneliti menerapkan tiga siklus dengan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart yang meliputi tahap perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi dimana penelti akan menganalisa data yang diperoleh dengan cara tes observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang telah dilakanakan diperoleh peningkatkan minat belajar peserta didik pada siklus III sebesar 90 47 % dengan kualifikasi ldquo Sangat Baik rdquo dibandingkan pada siklus I dan II dan prestasi belajar peserta didik sudah mencapai 100% dengan kalifikasi ldquo Sangat Baik rdquo pada siklus II dibandingkan pada siklus I yang perolehannya 68%. Pada saat pre test hanya beberapa peserta didik yang tuntas dalam kriteria ketuntasan minimal. Dari hasil tersebut menunjukkan keberhasilan penerapan model pembelajaran PBL yang bermanfaat untuk menjadikan peserta didik lebih aktif dan komunikatif dalam proses pembelajaran sekaligus dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik.