Skripsi
Jiwa kestaria arya kumbakarna sebagai sumber inspirasi penciptaan seni patung non representatif / Singgih mula Nugroho
Abstrak
Nugroho Singgih. 2021. Jiwa Ksatria Arya Kumbakarna Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Seni Patung Non Representatif. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Kata Kunci Penciptaan Arya Kumbakarna Patung Rasa nasionalisme dan kepribadian berbudaya semakin luntur ketika masyarakatnya kurang mencintai dan kurang adanya rasa memiliki terhadap budaya lokalnya sendiri. Hal ini menimbulkan kegelisahan saya sebagai pencipta. Dari kegelisahan tersebut mendorong saya untuk penciptaan seni patung. Saya dalam mengahayati kisah pengorbanan Arya Kumbakarna terasa ikut hanyut dalam peristiwa tersebut. Selanjutnya menentukan tentang apa yang dilakukan Arya Kumbakarna sebagai bentuk sikap kepahlawanan. Penciptaan karya seni patung yang diawali dari perenungan sumber ide yang dialami oleh pencipta menghasilkan sebuah konsep. Selanjutnya konsep tersebut diolah sehingga menghasilkan ke enam judul karya yang merupakan aktualisasi jiwa Arya Kumbakarna. Dalam proses perwujudan ditempuh melalui gambar sketsa dari setiap judul karya. Hal ini yang menjadi acuan dalam proses visualisasi. Proses visualisasi menggunakan teknik butsir dan poles. Setelah karya sudah jadi kemudian karya disajikan dalam bentuk pameran yang di dalamnya terdapat uji karya dan apresiasi. Hasil karya yang divisualisasikan menampilkan 6 karya seni patung dengan media fisik Rokat. Karakteristik karya seni patung tersebut merupakan karya yang bergaya non representatif mengacu pada rasa sang pencipta dengan emosi yang di torehkan pada karya. Dengan penciptaan karya seni patung ini pencipta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang didalamnya terdapat permasalahan hingga mendapatkan solusi. Penciptaan karya seni patung ini merupakan upaya yang akan diimplementasikan menjadi karya seni dan dijadikan media edukasi bagi penikmat dan diri sendiri dengan harapan supaya generasi muda lebih menghargai kebudayaan sehingga dapat membentuk karakter bangsa yang kuat dan beradab. Serta melahirkan jiwa nasionalisme pada generasi muda dan mendatang untuk mencintai dan melindungi kedaulatan bumi pertiwi.